TRUNOJOYO-Tugas Akhir-17404-150111100079_Abstrak.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (159kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-17404-150111100079_Cover.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-17404-150111100079_Chapter1.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (587kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-17404-150111100079_Chapter2.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-17404-150111100079_Chapter3.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-17404-150111100079_Conclusion.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (264kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-17404-150111100079_References.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (313kB)
Abstract
ABSTRAK
Akad-akad pembiayaan ulang (refinancing) syariah dalam Fatwa Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia Nomor: 89/DSNMUI/XII/2013 Tentang Pembiayaan Ulang (Refinancing) Syariah dalam mekanismenya tidak menyangkutpautkan pada pembiayaan (financing) sebelumnya, sedangkan setiap akad akan mengikuti objek akad tersebut. Hal ini menimbulkan perlunya analisis akad-akad pembiayaan ulang (refinancing) syariah yang tepat digunakan untuk pembiayaan (financing) sebelumnya seperti murabahah dan musyarakah. Penelitian ini dilakukan untuk memperoleh kejelasan terkait ketepatan akad pembiayaan ulang (refinancing) syariah sebagaimana Fatwa MUI jika digunakan sebagai akad pembiayaan ulang atas pembiayaan (financing) sebelumnya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan analitis. Hasil penelitian menunjukkan akad pembiayaan ulang (refinancing) syariah yang dapat digunakan untuk pembiayaan (financing) murabahah adalah akad al-bai’ dalam rangka musyarakah mutanaqisah dengan syarat objek berupa barang yang dapat dibagi dan dapat diserahkan, sedangkan untuk akad musyarakah mutanaqisah dan akad al-bai’ wal isti’jar tidak memenuhi rukun dan syarat menurut Hukum Islam dan untuk pembiayaan (financing) musyarakah, ketiga akad tersebut dapat digunakan sebagai akad pembiayaan ulang (refinancing) syariah namun untuk akad al-bai’ wal isti’jar mensyaratkan modal berupa barang sedangkan untuk akad al-bai’ dalam rangka musyarakah mutanaqisah dengan syarat objek berupa barang yang dapat dibagi dan dapat diserahkan. Oleh karena itu, pembiayaan ulang (refinancing) syariah sebaiknya tidak dilakukan pada pembiayaan (financing) murabahah kecuali dapat dimungkinkan objek akad berupa barang yang dapat dibagi dan dapat diserahkan.
Kata Kunci: Akad, Pembiayaan Ulang, Al-bai’, Musyarakah Mutanaqisah, Isti’jar.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM AINUR ROHMAH |
| Department | Ilmu Hukum |
| Uncontrolled Keywords | Akad, Pembiayaan Ulang, Al-bai’, Musyarakah Mutanaqisah, Isti’jar. |
| Divisions | Fakultas Hukum > S1 - Ilmu Hukum |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 15 Oct 2026 17:54 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:02 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/15838 |
