PENGELOLAAN KAWASAN KONSERVASI MANGROVE SEBAGAI EKOWISATA di WONOREJO SURABAYA

FARAMITA NUR ARUM (2025) PENGELOLAAN KAWASAN KONSERVASI MANGROVE SEBAGAI EKOWISATA di WONOREJO SURABAYA. S1 thesis, Universitas Trunojoyo Madura.
[thumbnail of TRUNOJOYO-KP-36291-210351100068-Laporan PKL.pdf] PDF
TRUNOJOYO-KP-36291-210351100068-Laporan PKL.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract

Laporan Praktik Kerja Lapang (PKL) ini mengkaji pengelolaan Kawasan Konservasi Mangrove sebagai Ekowisata di Wonorejo Surabaya. Ekowisata Mangrove Wonorejo adalah salah satu destinasi wisata alam yang menarik di Surabaya, menawarkan keanekaragaman hayati mangrove dan satwa serta memiliki potensi tinggi dalam pasar industri pariwisata edukasi. Tujuan dari PKL ini adalah untuk memahami secara langsung sistem pengelolaan ekowisata mangrove serta kondisi umum kawasan tersebut. Indonesia sebagai negara kepulauan memiliki ekosistem hutan mangrove terluas di dunia, yang sangat vital dalam melindungi pantai dari abrasi, gelombang, dan tsunami, serta menjadi habitat bagi biota laut. Ekowisata merupakan konsep pariwisata berkelanjutan yang mendukung pelestarian lingkungan dan partisipasi masyarakat lokal, sekaligus memberikan keuntungan ekonomi. Pelaksanaan PKL berlangsung dari 23 Desember 2023 hingga 15 Januari 2024 di Wonorejo, Rungkut, Surabaya, menggunakan metode observasi lapangan, wawancara, partisipasi aktif, dan dokumentasi untuk pengumpulan data primer, serta studi literatur untuk data sekunder.

Hasil PKL menunjukkan bahwa Ekowisata Mangrove Wonorejo mudah diakses meskipun jalan menuju lokasi bisa tergenang saat hujan. Destinasi utama dicapai dengan perjalanan perahu selama 15 menit dari dermaga awal. Kawasan ini kaya akan flora (meliputi Rhizopora mucronata, Avicennia lanata, Sonneratia alba, dll.) dan fauna (termasuk kera, ikan, burung). Sarana dan prasarana yang tersedia meliputi loket tiket, mushola, kantin yang mendukung UMKM lokal, jogging track, gazebo, kapal wisata dengan berbagai kapasitas, dan toilet. Prasarana tambahan mencakup area parkir serta jalan dan transportasi penunjang kegiatan. Pemberdayaan masyarakat dilakukan melalui perekrutan staf lokal dan penyediaan lahan untuk berjualan, meskipun partisipasi dalam pelaksanaan program masih perlu ditingkatkan. Kemitraan terjalin dengan instansi pemerintah (Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Dinas Pertanian, Bappeko) dan komunitas lokal (FKPM, Kelompok Tani Mangrove, LKMK). Program kerja ekowisata meliputi penanaman dan penyulaman mangrove, kebersihan, pembatasan jumlah pengunjung, pelatihan SDM, sosialisasi, edukasi mangrove, dan pelatihan pemanfaatan mangrove, dengan beberapa di antaranya memerlukan monitoring dan implementasi yang lebih konsisten. Struktur organisasi pengelolaan melibatkan Dinas Pertanian, FKPM, dan LKMK, namun pengelola jogging track dan dermaga masih bersifat informal. Laporan ini menyimpulkan pentingnya pengelolaan ekowisata yang terpadu untuk keberlanjutan lingkungan dan ekonomi masyarakat.

Item Type Thesis (Skripsi)
Thesis Type S1
Creators
Creators
NIM
FARAMITA NUR ARUM
Department Manajemen Sumberdaya Perairan
Uncontrolled Keywords Pengelolaan Ekowisata; Konservasi Mangrove; Wonorejo Surabaya; Pariwisata Berkelanjutan; Pemberdayaan Masyarakat
Divisions Fakultas Ilmu Kelautan > S1 - Manajemen Sumberdaya Perairan
Additional Information elib mass import
Depositing User Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id
Date Deposited 15 Oct 2026 17:53
Last Modified 24 Oct 2026 17:02
URI https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/15834

Actions (login required)

View Item
View Item