TRUNOJOYO-Tugas Akhir-17391-120341100016_Chapter1.pdf
Download (108kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-17391-120341100016_Chapter2.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (282kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-17391-120341100016_Cover.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (292kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-17391-120341100016_Abstract.pdf
Download (226kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-17391-120341100016_Chapter3.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (361kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-17391-120341100016_Chapter4.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (327kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-17391-120341100016_Clonclusion.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (133kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-17391-120341100016_References.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (140kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-17391-120341100016_Appendices.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (503kB)
Abstract
ABSTRAK
Desa Tajungan dan Desa Buluh merupakan salah satu kawasan yang cukup
banyak ditumbuhi pohon mangrove. Kawasan ini terletak cukup strategis di
Kabupaten Bangkalan dan berada di tepi jalan raya. Namun, pengelolaan lahan
mangrove belum cukup baik. Penelitian ini mengkaji potensi ekowisata mangrove
serta upaya pengelolaannya pada suatu kawasan konservasi yang didasarkan pada
dinamika dan status kerusakan ekosistem. Hal ini dikarenakan ekowisata telah
menjadi sebuah alat baru untuk mempromosikan pariwisata dan budaya ramah
lingkungan agar lebih menarik. Selain itu, ekowisata mangrove dapat membantu
kegiatan konservasi sumberdaya dan pengembangan masyarakat khususnya
masyarakat Kabupaten Bangkalan.Penelitian dilaksanakan dengan beberapa tahapan,
dimulai dari observasi latar belakang, perumusan masalah, pengumpulan dan
perhitungan data sampai penarikan kesimpulan. Data dari analisa yang diperoleh
yaitu jenis mangrove pada Desa Tajungan diantaranya Rizhopora mucronata,
Scypora hidrophyllacea, Sonnetaria alba, Brugueira parviflora, Rizhopora apiculata,
Lumnitzera racemosa dan Rhizopora apiculata. Sedangkan pada Desa Desa Buluh
yaitu Sonnetaria caseolaris, Scypora hidrophyllacea, Brugueira parviflora,
Rhizophora mucronata, dan Avicenia marina. Hasil analisis dan perhitungan indeks
kesesuaian untuk ekowisata mangrove menunjukkan bahwa ekosistem mangrove
Desa Tajungan, Kecamatan Kamal termasuk dalam kategori (S2) sesuai dengan nilai
kesesuaian 73,68% dan 72,36%. Sedangkan pada Desa Buluh, Kecamatan Socah
termasuk dalam kategori (S2) sesuai dengan nilai kesesuaian 68,4% dan 77,63%.
Berdasarkan Matriks kesesuaian lahan untuk wisata pantai kategori wisata mangrove
yang disebutkan oleh Yulianda (2007) maka kategori ini mengartikan bahwa
ekosistem Desa Tajungan dan Desa Buluh layak untuk dijadikan tempat ekowisata
mangrove.
Kata Kunci: Ekowisata, Mangrove, Desa Buluh, Desa Tajungan
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM ERDIANSYAH R.D.P |
| Department | Kelautan |
| Uncontrolled Keywords | Ekowisata;Mangrove;Desa Buluh;Desa Tajungan |
| Divisions | Fakultas Ilmu Kelautan > S1 - Ilmu Kelautan |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 15 Oct 2026 17:42 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:02 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/15780 |
