TRUNOJOYO-Tugas Akhir-17382-150341100085_Abstract_TOC.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (109kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-17382-150341100085_Cover.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (789kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-17382-150341100085_Chapter1.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (95kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-17382-150341100085_Chapter2.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (345kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-17382-150341100085_Chapter3.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (538kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-17382-150341100085_Chapter4.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-17382-150341100085_Conclusion.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (89kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-17382-150341100085_References.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (221kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-17382-150341100085_Appendices.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (500kB)
Abstract
Pulau Sapudi di Kabupaten Sumenep mempunyai ekosistem yang cukup lengkap diantaranya terdapat ekosistem mangrove, ekosistem lamun, dan ekosistem terumbu karang. Ekosistem lamun merupakan ekosistem yang mempunyai peranan yang sangat penting bagi perairan. Tujuan pada penelitian ini untuk mengetahui perubahan luasan padang lamun dan faktor penyebab bertambahnya atau berkurangnya perubahan luasan padang lamun di Pulau Sapudi, Kabupaten Sumenep. Pada hasil penelitian, luasan pada padang lamun di bulan September mengalami penurunan luasan sebesar -0,145 Ha dengan laju perubahan lusan -1,44%. Faktor yang menyebabkan terjadinya penurunan luasan pada lamun adalah arus yang bergerak dari arah selatan menuju ke Pulau Jawa dan Selat Bali yang mengakibatkan benih dari lamun berpindah dari satu lokasi ke lokasi yang baru. Selain itu pada suhu permukaan laut pada tahun 2014 tidak optimal untuk perkembangan lamun sedangkan pada tahun 2018 termasuk optimal untuk perkembangan lamun. Sehingga ekosistem lamun mengalami perubahan luasan. Persentase penutupan lamun di Pulau Sapudi tertinggi terletak pada stasiun 4 dengan nilai persentase 95,9% dan nilai persentase terendah terletak pada stasiun 1 dengan nilai persentase 1%.Pola sebaran lamun pada stasiun 1, 2, dan 3 termasuk golongan seragam. Sedangkan pada stasiun 4 tergolong mengelompok. Kualitas perairan di Pulau Sapudi tergolong layak untuk kelangsungan hidup bagi lamun di Pulau Sapudi.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM MARDYANA RISWATI |
| Department | Kelautan |
| Uncontrolled Keywords | Citra Satelit; Lamun; Pulau Sapudi |
| Divisions | Fakultas Ilmu Kelautan > S1 - Ilmu Kelautan |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 15 Oct 2026 17:33 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:02 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/15744 |
