TRUNOJOYO-Tugas Akhir-9115-120721100124_Abstract_TOC.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (389kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-9115-120721100124_Cover.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-9115-120721100124_Chapter1.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (441kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-9115-120721100124_Chapter2.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (461kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-9115-120721100124_Chapter3.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (113kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-9115-120721100124_Chapter4.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (827kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-9115-120721100124_Conclusion.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (97kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-9115-120721100124_References.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (275kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-9115-120721100124_Appendices.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (4MB)
Abstract
Pertanian merupakan salah satu sektor perekonomian yang paling banyak di geluti oleh masyarakat di Indonesia, Salah satu daerah yang masyarakatnya mayoritas petani adalah Kabupaten Sampang. Selain mengolah lahan sendiri tidak sedikit pula yang mengelola lahan orang lain. Permasalahan utama dalam pertanian adalah terbatasnya lahan, banyak petani yang ingin bertani mengolah lahan namun tidak mempunyai lahan yang cukup atau tidak mempunyai lahan untuk digarap, atau pemilik lahan yang tidak memiliki keahlian untuk bertani, sehingga mereka tidak bisa menambah pendapatan dari bertani, dan Akad mukhabarah menjadi solusi bagi kedua belah pihak.
Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif yang bersifat Deskriptif, yaitu data yang di kumpulkan berupa kata kata, gambar, dan bukan angka. Metode pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara di mana yang menjadi objek adalah para petani penggarap dan pemilik lahan dan aparat Desa dengan jumlah responden 15 responden, dalam pengumpulan data menggunakan metode wawancara dan metode dokumentasi, serta menganalisis data dengan cara berfikir Deduktif.
Dari hasil penelitian yang dilakukan oleh penulis, penerapan sistem dan bagi hasil akad mukha>barah di Desa Lepelle belum sepenuhnya sesuai dengan Hukum dan aturan yang ada, baik di tinjau dari prinsip ekonomi Islam maupun UU No 2 Tahun 1960, akan tetapi masyarakat lebih mendasarkan praktek pa ronan (mukhabarah) pada hukum adat (‘urf) yang berlaku di Desa Lepelle. Sistem bagi hasil yang dilaksanakan kurang menguntungkan terhadap petani karena menggunakan bagi hasil kotor tanpa dikurangi biaya produksi yang di keluarkan oleh petani sehingga kurang menguntungkan terhadap petani. Dengan adanya akad kerja sama ini para petani penggarap sangat terbantu dalam meningkatkan pendapatan mereka.
Kata kunci : Mukhabarah, Bagi hasil, Pendapatan
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM HOIRUL ANAM |
| Department | Ekonomi Syariah |
| Uncontrolled Keywords | Mukhabarah, Bagi hasil, Pendapatan |
| Divisions | Fakultas Ekonomi dan Bisnis > S1 - Ekonomi Syariah |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 15 Oct 2026 16:57 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:02 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/15587 |
