TRUNOJOYO-Tugas Akhir-26696-180111100138_Abstract_TOC.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (101kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-26696-180111100138_Cover.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-26696-180111100138_Chapter 1.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (117kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-26696-180111100138_Chapter 2.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (157kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-26696-180111100138_Chapter 3.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (188kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-26696-180111100138_Conclusion.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (36kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-26696-180111100138_References.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (99kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-26696-180111100138_Appandices.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (503kB)
Abstract
ABSTRAKrnAutopsi merupakan pemeriksaan jenazah setelah kematian untuk mengetahui penyebab dan cara kematiannya, serta untuk mengetahui penyakit atau cedera yang mungkin terjadi. Mengingat petugas autopsi atau kegiatan forensik dalam mengungkap sebuah perkara pidana khususnya tindak pidana dengan kekerasan seperti tindak pembunuhan, maka dokter forensik yang melakukan tugasnya untuk membantu terungkapnya perkara tersebut tentunya harus bekerja berdasarkan aturun yang relevan. Oleh karena itu, penelitian ini hendak menyajikan tentang peraturan tentang autopsi dalam proses penyidikan tindak pidana pembunuhan di Kabupaten Bangkalan dikarenakan di Kabupaten Bangkalan khususnya dari Madura pada umumnya, tindak pidana dengan kekerasan paling umum terjadi. Hal inilah yang menjadi penelitian saya, apakah autopsi ini berjalan sesuai dengan peraturan yang ada atau tidak dan hambatan apa yang dialami penyidik serta dokter forensik dalam melakukan autopsi di Kabupaten BangkalanrnPenelitian ini menggunakan metode yuridis empiris yang mengamati tentang interaksi serta reaksi yang terjadi saat sistem norma tersebut berjalan di dalam lingkungan masyarakat serta melakukan pendekatan kasus. Lokasi penelitian berada di wilayah hukum Polres Bangkalan serta Rumah Sakit Syarifah Ambami Rato Ebu Bangkalan.rnBerdasarkan dari hasil penelitian ini bahwa dalam pelaksanaan autopsi pihak penyidik kepolisian Polres Bangkalan harus ada laporan atau permintaan untuk melakukan autopsi, harus meminta izin pada pihak keluarga korban dan memberikan tenggang waktu 2 hari pada keluarga korban mengenai setuju atau tidaknya dalam melakukan autopsi serta pihak penyidik bisa memaksa untuk dilakukannya autopsi demi kelancaran proses penyidikan. Rumah Sakit Syarifah Ambami Rato Ebu Bangkalan Dokter Forensik di Bangkalan akan melakukan autopsi jika ada permintaan dari pihak penyidik kepolisian Bangkalan kemudian setelah melakukan autopsi maka hasilnya akan dituangkan di dalam surat visum et repertum. Kemudian hasil visum tersebut diserahkan pada penyidik kepolisian Polres Bangkalan.rnKata kunci: Autopsi, Penyidikan, Tindak Pidana Pembunuhan
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM SINDI MAULIDIA SETIAWAN |
| Department | Ilmu Hukum |
| Uncontrolled Keywords | Autopsi, Penyidikan, Tindak Pidana Pembunuhan |
| Divisions | Fakultas Hukum > S1 - Ilmu Hukum |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 15 Oct 2026 16:52 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:01 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/15570 |
