TRUNOJOYO-Tugas Akhir-17320-ABSTRACT.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (169kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-17320-CHAPTER 1.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (276kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-17320-CHAPTER 2.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (586kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-17320-CHAPTER 3.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (432kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-17320-CHAPTER 4.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (624kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-17320-CHAPTER 5.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (171kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-17320-REFERENCE.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (283kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-17320-APPENDICES.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (416kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-17320-COVER.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (948kB)
Abstract
Human reliability atau keandalan seorang operator dapat dilihat dari kecilnya nilai error yang dilakukan selama proses produksi. Human error yang terjadi disebabkan oleh beberapa faktor, yang pertama adalah faktor dari operatornya sendiri yang acuh terhadap suatu instruksi, juga faktor lingkungan perusahaan yang bising disebabkan oleh mesin needle loom, juga tidak adanya fentilasi yang cukup didalam pabrik sehingga menyebabkan operator sulit berkonsentrasi dalam menjalankan tugasnya. Pada penelitian mengenai analisis human reliability ini, peneliti menggunakan metode SHERPA (Sytematic Human error Reduction and Prediction Approach) dan metode HEART (Human error Assessment and Reduction Technique). Berdasarkan hasil dari analisis menggunakan metode SHERPA, human error yang sering terjadi pada saat proses produksi adalah adanya operasi yang keliru operator lakukan seperti penataan benang tidak sesuai rumus atau arahan design, kemudian pemeriksaan yang keliru dilakukan dimana terjadi kesalahan saat memeriksa urutan benang sesuai dengan rumus atau arahan design, juga kurang intensifnya pemeriksaan yang dilakukan operator pada saat proses produksi, maka solusi yang perlu dan mampu perusahaan lakukan adalah membuat form baku untuk rumus design yang digunakan dalam proses sekiran dan proses tenun untuk mengurangi adanya kesalahan dalam instalasi benang mengenai jumlah, urutan, dan warna benang yang digunakan. Berdasarkan perhitungan menggunakan metode HEART, aktifitas yang memiliki kemungkinan terjadinya human error tertinggi adalah pada aktifitas dengan nomor 2.3.1 yaitu periksa benang pakan dengan HEP sebesar 1,05.
Kata Kunci : Human reliability, human error, metode SHERPA, metode HEART
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM SUCI AMALIA |
| Department | Industri |
| Uncontrolled Keywords | Human reliability; human error; metode SHERPA; metode HEART |
| Divisions | Fakultas Teknik > S1 - Teknik Industri |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 15 Oct 2026 16:33 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:01 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/15490 |
