TRUNOJOYO-KP-36188-220341100088-Laporan PKL.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (6MB)
Abstract
Abstrak
Praktik Kerja Lapang (PKL) ini bertujuan untuk menganalisis proses uji kualitas mutu ikan menggunakan uji organoleptik dan membandingkan metode uji formalin, yaitu Marck Testkit Formaldehyde Basah dan metode Antilin, terhadap hasil tangkapan nelayan di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Brondong, Lamongan. Kualitas ikan merupakan komoditas penting di Indonesia, dan penanganannya setelah penangkapan serta waktu penyimpanan dapat memengaruhi kesegaran dan mutunya, bahkan dapat memicu penggunaan pengawet kimia seperti formalin jika tidak diimbangi dengan persediaan es yang cukup. Formalin adalah zat berbahaya yang sering disalahgunakan sebagai pengawet karena harganya yang relatif murah, meskipun beracun dan karsinogenik bagi manusia. Oleh karena itu, pengujian formalin sangat penting untuk memastikan keamanan produk perikanan. Kegiatan PKL ini dilaksanakan selama satu bulan, dari tanggal 2 Januari hingga 5 Februari 2024, di PPN Brondong. Pengumpulan data dilakukan menggunakan metode deskriptif berdasarkan data primer melalui observasi aktif dan partisipasi, serta data sekunder dari nelayan, Kementerian Kelautan dan Perikanan, dan literatur. Uji organoleptik dilakukan pada ikan kurisi (
Nemipterus nematophorus), ikan kapas-kapas (Gerres oyena), dan ikan beloso (Saurida tumbil) menggunakan scoresheet yang diisi oleh tiga panelis, termasuk satu panelis ahli. Penilaian meliputi mata, insang, lendir permukaan, bau, daging, dan tekstur ikan. Sementara itu, uji formalin dilakukan dengan dua metode: metode Marck Testkit Formaldehyde Basah dan metode Antilin. Metode Marck Testkit Formaldehyde Basah melibatkan penggunaan larutan Carrez 1, Carrez 2, FO-1, dan FO-2, di mana perubahan warna menjadi ungu menunjukkan hasil positif formalin dengan deteksi maksimal 1,5 mg/l, sedangkan tidak ada perubahan warna berarti negatif. Metode Antilin lebih cepat dalam tahapan namun membutuhkan waktu reaksi lebih lama (10 menit) dan menggunakan reagen Antilin Al-A dan Antilin-B. Perubahan warna menjadi ungu pada metode Antilin juga mengindikasikan positif formalin, namun metode ini tidak memberikan nilai kuantitatif kadar formalin. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman mendalam mengenai praktik pengujian kualitas ikan di PPN Brondong serta perbandingan efektivitas kedua metode uji formalin tersebut.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM MIFTAHUL IZZATUNISA |
| Department | Kelautan |
| Uncontrolled Keywords | Uji Organoleptik; Uji Formalin; Marck Testkit Formaldehyde Basah; Antilin; Kualitas Ikan; PPN Brondong |
| Divisions | Fakultas Ilmu Kelautan > S1 - Ilmu Kelautan |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 15 Oct 2026 16:28 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:01 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/15467 |
