TRUNOJOYO-KP-36187-220341100022-Laporan PKL.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (5MB)
Abstract
Praktik Kerja Lapang ini bertujuan untuk menganalisis hasil tangkapan ikan kurisi (Nemipterus nematophrous) dan ikan biji nangka (Upenus mullocensin) menggunakan alat tangkap cantrang pada tahun 2024 di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Brondong, Kabupaten Lamongan. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kelimpahan sumber daya ikan di perairan Indonesia, khususnya ikan kurisi dan biji nangka yang memiliki nilai ekonomis tinggi dan banyak diminati pasar lokal maupun regional. Alat tangkap cantrang, meskipun populer karena efektivitasnya dalam menangkap berbagai jenis ikan di perairan dangkal dengan jumlah banyak, serta biaya pembuatannya yang relatif rendah, namun penggunaannya yang tidak terkontrol dapat mengancam populasi ikan. Oleh karena itu, kajian berkala terhadap kondisi penangkapan ikan sangat diperlukan.
Metode penelitian melibatkan pengumpulan data sekunder dari arsip statistik hasil produksi perikanan dan data trip penangkapan dari kantor operasional PPN Brondong sepanjang tahun 2024. Analisis data dilakukan menggunakan metode Catch Per Unit Effort (CPUE) untuk mengukur produktivitas hasil tangkapan ikan serta rumus komposisi hasil tangkapan. CPUE dihitung dengan membagi total volume produksi ikan (catch) dengan total upaya penangkapan (effort/jumlah trip) dalam periode satu tahun. Komposisi hasil tangkapan diklasifikasikan berdasarkan spesies dan kelompok spesies, kemudian dihitung jumlahnya.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa produksi hasil tangkapan ikan biji nangka dan ikan kurisi di PPN Brondong pada tahun 2024 mengalami fluktuasi bulanan. Produksi tertinggi ikan biji nangka terjadi pada bulan Maret (710,977 ton), sementara terendah pada bulan Agustus (569 ton). Untuk ikan kurisi, produksi tertinggi pada bulan Desember (983,561 ton) dan terendah pada bulan Agustus (372 ton). Nilai rata-rata CPUE untuk ikan biji nangka adalah 12,026.59 kg/trip, dengan produktivitas tertinggi pada bulan Mei (2,541.17 kg/trip) dan terendah pada bulan Desember (884.81 kg/trip). Sementara itu, nilai rata-rata CPUE untuk ikan kurisi adalah 4,449.25 kg/trip, dengan produktivitas tertinggi pada bulan Juni (2,858.46 kg/trip) dan terendah pada bulan Agustus (0,803 kg/trip). Fluktuasi hasil tangkapan dan upaya penangkapan dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti kondisi cuaca, kerusakan mesin, dan ketersediaan perbekalan. Perbedaan rata-rata CPUE menunjukkan bahwa ikan biji nangka cenderung lebih melimpah atau lebih mudah ditangkap dibandingkan ikan kurisi.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM AGINDA SAHARA |
| Department | Kelautan |
| Uncontrolled Keywords | Ikan Kurisi; Ikan Biji Nangka; Cantrang; CPUE; Komposisi Hasil Tangkapan; PPN Brondong; Lamongan |
| Divisions | Fakultas Ilmu Kelautan > S1 - Ilmu Kelautan |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 15 Oct 2026 16:27 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:01 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/15466 |
