MANAJEMEN PRODUKSI FROZEN YOGHURT (FROYO) PADA KOPERASI PRODUSEN AGRO NIAGA JABUNG SYARIAH MALANG, JAWA TIMUR

FAHRI DWI MARTALANANG (2023) MANAJEMEN PRODUKSI FROZEN YOGHURT (FROYO) PADA KOPERASI PRODUSEN AGRO NIAGA JABUNG SYARIAH MALANG, JAWA TIMUR. S1 thesis, Universitas Trunojoyo Madura.
[thumbnail of TRUNOJOYO-KP-26588-190331100054-Fahri Dwi Martalanang#190331100054#Laporan PKL.pdf] PDF
TRUNOJOYO-KP-26588-190331100054-Fahri Dwi Martalanang#190331100054#Laporan PKL.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (836kB)

Abstract

Susu merupakan salah satu bahan pangan yang cukup digemari oleh
masyarakat karena kaya akan kandungan nutrisi yang akan bermanfaat dalam
menjaga kondisi kesehatan tubuh jika dikonsumsi secara rutin. Susu sendiri dapat
berasal dari hewan ternak seperti sapi, kambing, kerbau dan lainnya serta ada
juga produk susu yang berasal dari nabati seperti susu kedelai. Menurut Sirait
(2008) dalam Edianingsih dan Christi (2020), susu merupakan cairan bewarna
putih yang bergizi karena mengandung banyak sekali nutrient seperti karbohidrat,
lemak, protein, vitamin yang lengkap (A,B,C,D,E,K) dan mineral (Ca,P,KCl,Mg,Na)
serta asam amino esensial dan asam amino non esensial yang akan bermanfaat
dalam menjaga kondisi kesehatan tubuh manusia jika diolah dengan benar dan
dikonsumsi secara rutin.
Masyarakat pada umumnya tidak menyukai mengkonsumsi susu murni hal
ini disebabkan oleh rasa dari susu itu sendiri yang tidak memiliki rasa atau hambar
serta memiliki aroma yang terlalu menyengat. Agar tingkat konsumsi dari susu ini
dapat meningkat maka diperlukan alternatif berupa pengolahan lebih lanjut susu
tersebut menjadi produk olahan susu seperti mengolah susu menjadi yoghurt
(Nurcahyo, 2011 dalam Edianingsih dan Christi, 2020). Yoghurt sendiri merupakan
salah satu produk olahan susu yang dihasilkan dari proses fermentasi susu oleh
bakteri probiotik dimana bakteri probiotik ini merupakan bakteri baik yang memiliki
manfaat bagi kesehatan tubuh manusia jika dikonsumsi (Rina et al. 2014).
Yoghurt sendiri memiliki variasi lain yaitu varian frozen yoghurt (froyo) yang
berasal dari susu fermentasi yang dibekukan sehingga frozen yoghurt termasuk
kedalam makanan beku (Rina et al. 2014). Pengolahan susu menjadi frozen
yoghurt (froyo) ini akan membantu meningkatkan tingkat konsumsi susu di
masyarakat yang perlu mendapat perhatian terutama pada kalangan anak-anak
dan remaja yang sedang memasuki masa pertumbuhan maupun pada orang
dewasa agar kondisi kesehatan tubuh dapat terjaga (Edianingsih dan Christi,
2020). Walaupun frozen yoghurt (froyo) ini memiliki banyak manfaat, produksi
frozen yoghurt (froyo) masih rendah di Indonesia karena masih belum banyak
pengelola olahan susu yang memahami serta kurangnya pengetahuan akan
pengolahan frozen yoghurt (froyo) yang baik dan tepat agar dapat menghasilkan
produk frozen yoghurt (froyo) yang aman dan menyehatkan untuk dikonsumsi.
Manajemen produksi dari frozen yoghurt (froyo) diperlukan dalam
pembuatan frozen yoghurt (froyo) agar selama proses pembuatan produk frozen
yoghurt (froyo) mulai dari persiapan bahan baku, proses pengolahan hingga hasil
akhir berupa produk frozen yoghurt (froyo) dapat dipastikan bahwa produk tersebut
memiliki kualitas mutu yang baik dan sesuai dengan standar yang telah ditentukan
sehingga aman untuk dikonsumsi serta dapat meminimalisir terjadinya kesalahan
selama proses produksi frozen yoghurt (froyo) yang akan berdampak pada hasil
akhir produk seperti adanya kerusakan atau kecacatan pada produk hingga
adanya kemungkinan terjadinya kontaminasi yang tidak diinginkan pada produk
seperti adanya kandungan mikroorganisme berbahaya yang ikut tumbuh pada
produk. Manajemen produksi dalam proses produksi frozen yoghurt (froyo)
memiliki peranan yang sangat penting dalam upaya mengantisipasi segala
kemungkinan kesalahan yang ada karena dalam manajemen produksi segala
aspek yang berkaitan dengan proses produksi akan selalu dipantau setiap waktu
dan sesering mungkin (Sherlywati, 2018). Aspek utama dalam manajemen
produksi ini adalah mulai dari perencanaan produksi frozen yoghurt (froyo),
pengelolaan Sumber Daya Manusia serta bahan baku, pengarahan mengenai
proses produksi, dan juga pengendalian baik itu pengendalian mutu maupun
pengendalian tindakan pekerja dalam produksi frozen yogurt (froyo) yang dapat
menjadi salah satu faktor terjadinya kontaminan pada produk (Aspita et al. 2021).
Salah satu instansi yang memproduksi frozen yoghurt adalah Koperasi
Produsen Agro Niaga Jabung Syariah (KAN Jabung Syariah). Koperasi Agro
Niaga Jabung Syariah (KAN Jabung Syariah) berdiri pada tanggal 27 Mei 1979
dengan nama Koperasi Unit Desa Jabung (KUD Jabung) yang hanya memiliki 17
anggota. Mulai dari tahun 1998 KUD Jabung berubah nama menjadi Koperasi
Produsen Agro Niaga Jabung Syariah (KAN Jabung Syariah) melalui proses
musyawarah dengan para anggota serta para tokoh masyarakat. Pergantian nama ini diikuti dengan penataan kembali jati diri koperasi dimulai dari penerapan nilai-
nilai dan prinsip-prinsip koperasi menjadi landasan utama pengembangan KAN Jabung Syariah. KAN Jabung Syariah sendiri mengembangkan bisnisnya mulai
dari bisnis sapi perah, bisnis gula tebu, bisnis susu olahan, kredit usaha rakyat,
bisnis pakan ternak dan bisnis lainya. Manajemen produksi yang diterapkan oleh
KAN Jabung Syariah akan menentukan mutu dari produksi frozen yoghurt yang
dihasilkan.

Item Type Thesis (Skripsi)
Thesis Type S1
Creators
Creators
NIM
FAHRI DWI MARTALANANG
Department Teknologi Industri Pertanian
Uncontrolled Keywords FROZEN YOGHURT
Divisions Fakultas Pertanian > S1 - Agroteknologi
Additional Information elib mass import
Depositing User Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id
Date Deposited 15 Oct 2026 15:13
Last Modified 24 Oct 2026 17:01
URI https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/15139

Actions (login required)

View Item
View Item