TRUNOJOYO-Tugas Akhir-26548-Abstract.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (472kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-26548-Cover.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-26548-Chapter1.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (440kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-26548-Chapter2.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-26548-Chapter3.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-26548-Chapter4.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-26548-Chapter5.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (151kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-26548-REFERENCES.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (674kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-26548-Appendices.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
Abstract
Tempe merupakan makanan khas Indonesia yang banyak diminati oleh masyarakat Indonesia, selain rasanya yang enak harganya juga relativ murah. Tempe dapat diolah menjadi berbagai macam produk olahan tempe salah satunya adalah keripik tempe. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April dan Mei 2022, di UMKM Ragile Kabupaten Kediri. Penelitian ini bertujuan untuk mengurangi kecacatan produk dengan pengendalian kualitas dan menentukan faktor apa saja yang mempengaruhi kualitas produk keripik kedelai. Metode Analisis data yang digunakan untuk menjawab tujuan dari penelitian ini adalah analisis data dengan metode Six Sigma yang merupakan sebuah filosofi dalam mengurangi dan mencegah defect sehingga tereduksi biaya dan pelanggan merasa puas atas produk yang diharapkan. Six Sigma juga didefinisikan sebagai pendekatan yang didesain dengan baik untuk mengidentifikasi dan mengeliminasi defect, kesalahan atau kegagalan pada proses bisnis atau sistem dengan fokus pada karakteristik kinerja proses tersebut yang menjadi kepentingan konsumen. Hasil dari penelitian ini adalah jenis kecacatan produk yang terjadi pada hasil produksi Keripik kedelai UMKM Ragile diantaranya yaitu cacat tidak utuh, cacat kepingan menempel dan cacat ukuran tidak seragam. Cacat tertinggi terjadi pada ukuran cacat tidak bulat penuh dengan presentase cacat 90,38%. UMKM ini memiliki nilai sigma 2,7 atau bisa dikatakan termasuk dalam kategori tingkat standard rata-rata industry Indonesia. Solusi dari Faktor penyebab terjadinya kecacatan produk yang disebabkan oleh faktor tempat fermentasi adalah dengan memberikan rak agar tidak terpapar sinar matahari secara langsung, faktor lingkungan ruangan yang panas adalah dengan memberikan kipas angin pada ruang produksi, dan Faktor pekerja yang lalai dalam membersihkan mesin perajangan yaitu dengan membuat SOP pada penggunaan mesin perajang.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM HADIYIN ABRORI RAHMAN |
| Department | Teknologi Industri Pertanian |
| Uncontrolled Keywords | Cacat; Six Sigma; Solusi; Tempe |
| Divisions | Fakultas Pertanian > S1 - Agroteknologi |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 15 Oct 2026 14:43 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:01 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/15000 |
