TRUNOJOYO-Tugas Akhir-8971-Abstract.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (213kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-8971-Cover.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (715kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-8971-Chapter 1.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (295kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-8971-Chapter 2.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (283kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-8971-Chapter 3.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (244kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-8971-Chapter 4.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (339kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-8971-Chapter 5.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (184kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-8971-Chapter 6.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (158kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-8971-Refrences.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (88kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-8971-Appendices.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor kesiapan remaja laki-laki yang menjalani pernikahan karena “kecelakaan”. Menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus dan menggunakan purposive sampling dengan karakteristik subjek remaja laki-laki yang menjalani pernikahan karena “kecelakaan” minimal selama satu satu tahun. Penelitian ini menggunakan analisis data Miles dan Huberman yaitu data reduction, data display, dan conclusion drawing. Hasil dari penelitian ini dapat disimpulkan usia dan tingkat kedewasaan remaja yang menikah berada pada usia remaja akhir yaitu 18 sampai 21 tahun, kematangan emosi ditunjukkan dengan jarangnya terjadi pertengkaran, coping stress dengan melakukan hobi, menghindari konflik dengan menyelesaikan secara langsung. Waktu pernikahan ketika pasangan sedang hamil atau segera menikah setelah mengetahui pasangannya hamil. Motif pernikahan dibagi menjadi dua, yaitu motif postitif seperti cinta, dan kecocokan, serta motif negatif seperti kehamilan di luar pernikahan. Kesiapan untuk memiliki hubungan seksual yang eksklusif remaja laki-laki yang menikah karena “kecelakaan” disebabkan melakukan hubungan seks sebelum menikah dipengaruhi oleh lingkungan, situasi, dan kebiasaan negatif seperti pergaulan bebas bersama lawan jenis. Emansipasi emosional dari orangtua pada remaja yang tinggal bersama orangtua setelah menikah akan menerima bantuan secara finansial ataupun emosional, berbeda dengan remaja yang tinggal mandiri yang menyelesaikan masalah emosional ataupun finansial secara mandiri. Tingkat pendidikan tidak menjamin seseorang akan memiliki penghasilan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya setelah menikah, tetapi kerja keras, keuletan dan ketekunan bekerja dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari menentukan kesiapan menikah.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM SAIFURROHMAN AL MUJIONO |
| Department | Psikologi |
| Uncontrolled Keywords | Readiness, Married, Marriage, Teenagers, Pregnancy, Married by Accident. |
| Divisions | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya > S1 - Psikologi |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 15 Oct 2026 14:40 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:01 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/14988 |
