TRUNOJOYO-Tugas Akhir-17187-abstrak.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (64kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-17187-Cover.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-17187-CHAPTER 1.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (251kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-17187-CHAPTER 2.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (202kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-17187-CHAPTER 3.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (208kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-17187-CHAPTER 4.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (64kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-17187-CONCLUTION.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (64kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-17187-REFERENCE.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (89kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-17187-20190801(1).pdf
Restricted to Repository staff only
Download (10MB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-17187-1373_Pdt.G_2015_PA.Kab.Kdr.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (553kB)
Abstract
Hibah ialah pemberian secara suka rela. Salah satu contoh kasus hibah yaitu hibah seluruh harta saat sakit mendekati kematian. Pada KHI tidak diatur dengan jelas mengenai batasan hibah saat sakit kemudian sehat ataupun sakit kemudian meninggal. Padahal hibah saat sakit kemudian meninggal dapat merugikan ahli waris yang lain. Pada Pasal 212 KHI yang isinya hibah tidak dapat ditarik kembali keculai hibah orang tua kepada anaknya. Sedangkan dalam Hukum Islam hibah saat sakit sama dengan wasiat. Hal seperti inilah yang dapat menimbulkan sengketa dikemudian hari. Terlebih lagi orang tua atau pemberi hibah meninggal setelah memberikan seluruh harta saat sakit dan hibah keseluran harta tersebut dilakukan tanpa sepengetahuan anak-anak kandung yang lain. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk memaparkan upaya hukum untuk ahli waris yang tidak mendapatkan haknya sebagai ahli waris dari kedua orang tuanya.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan normatif yaitu pendekatan perundang-undangan (statute approach) dan pendekatan analisis (analytical approach. Hasil penelitian ini menunjukkan hibah seluruh harta dalam keadaan sakit harus dengan persetujuan ahli waris yang lain. Terlebih jika hibah tersebut untuk keseluruhan harta pemberi hibah. Namun, jika hibah dalam keadaan sakit tersebut diikuti dengan kematian pemberian hibah hukumnya disamakan wasiat. Upaya hukum dapat dilakukan ahli waris atas hibah seluruh harta menjelang kematian adalah upaya sulh (perdamaian) atau pembatalan hibah. Namun, jika orang tua sebagai pemberi hibah telah meninggal yang diberi hibah adalah salah satu ahli warisnya maka upaya hukumnya dalah mengajukan gugatan waris yang diikuti pembatalan hibah.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM ZENI NOVITA SARI |
| Department | Ilmu Hukum |
| Uncontrolled Keywords | Hibah Saat Sakit, Hibah Keseluruhan Harta, Wasiat, Waris , Kesesuaian Dengan Syariah |
| Divisions | Fakultas Hukum > S1 - Ilmu Hukum |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 15 Oct 2026 14:29 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:01 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/14945 |
