TRUNOJOYO-Tugas Akhir-8866-120541100116_Abstract.pdf
Download (91kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-8866-120541100116_Cover.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (655kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-8866-120541100116_Chapter I.pdf
Download (317kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-8866-120541100116_Chapter II.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (299kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-8866-120541100116_Chapter III.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (131kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-8866-120541100116_Chapter IV.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (433kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-8866-120541100116_Chapter V.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (220kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-8866-120541100116_Conclution.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (97kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-8866-120541100116_References.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (96kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-8866-120541100116_Appendices.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
Abstract
ABSTRAK
Maraknya kasus begal di Bangkalan membuat stereotipe negatif masyarakat terhadap mantan begal. Menurut salah satu teori, dengan cara self-discolsure mantan begal bisa lebih mudah diterima di masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran dimensi self-disclosure pada mantan begal di Kabupaten Bangkalan Madura. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriftif kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 3 orang pria mantan begal yang berusia 17-50 tahun yang ditentukan berdasarkan purposive sampling. Metode pengumpulan data menggunakan wawancara semi terstruktur. Teknik analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yakni pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini menunjukan hasil bahwa mantan begal melakukan self-disclosure, yang dilihat dari 5 dimensiyaitu ukuran self-disclosure, valensi self-disclosure, kecermatan dan kejujuran, maksud dan tujuan, serta keakraban. Pertama dimana self-disclsoure menunjukan mantan begal mengungkapkan diri kepada teman dekat dan saudara mengenai statusnya sebagai mantan begal dan selama percakapan tersebut mantan begal secara umum lebih lama membicarakan statusnya sebagai mantan begal. Kedua adalah valensi self-disclosure, mantan begal secara umum mengungkapkan diri secara positif apa adanya dengan cara humoris, namun ada juga yang mengungkapkan diri secara negatif dengan cara berbohong. Ketiga kecermatan dan kejujuran, mantan begal merasa percaya diri dengan statusnya karena mereka mempunyai alasan sudah tidak melakukan begal lagi. Keempat maksud dan tujuan, mantan begal ini mengungkapkan statusnya bertujuan untuk mendapatkan kembali kepercayaan dari orang lain dan untuk mengurangi beban dalam dirinya. Kelima keakraban, yaitu mantan begal sering menceritakan hal pribadi kepada teman dekat dan saudara dengan alasan mendapatkan kembali kepercayaan dari masyarakat.
Kata kunci : Self-disclosure, Mantan begal, Bangkalan
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM SEMBI TAUFIK |
| Department | Psikologi |
| Uncontrolled Keywords | self-disclosure; mantan begal; bangkalan |
| Divisions | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya > S1 - Psikologi |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 15 Oct 2026 12:59 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:00 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/14548 |
