TRUNOJOYO-KP-35915-220331100009-Laporan PKL.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
Abstract
Minyak atsiri (Essential oil adalah campuran berbagai senyawa volatil yang berasal dari bagian-bagian tanaman seperti daun, batang, kulit kayu, kulit buah, bunga, biji dan akar. Minyak atsiri merupakan salah satu komoditi ekspor penghasil devisa yang tinggi bagi Indonesia. Berdasarkan Kementerian Perindustrian Republik Indonesia (Kemenperin) permintaan minyak atsiri Indonesia berasal dari beberapa negara di Eropa, seperti Swiss dan Jerman yang memerlukan minyak atsiri mencapai 5 ton/bulan. Permintaan juga datang dari produsen obat dan kosmetik di Amerika Utara, Amerika Selatan, dan Asia. Indonesia masih tercatat sebagai salah satu pemasok bahan baku minyak atsiri terbesar dunia. Minyak atsiri yang diekspor dari Indonesia meliputi berbagai jenis, seperti minyak nilam, minyak cengkeh, minyak nilam, minyak sereh wangi, dan minyak pala. Potensi pengembangan minyak atsiri di Indonesia memiliki peluang yang sangat menjanjikan. Sehingga dapat dilakukan dengan penambahan wawasan mengenai proses pengolahan minyak atsiri untuk dikembangkan dengan memberikan nilai tambah, peningkatan kualitas dan diversifikasi produk. Nilam merupakan salah satu tanaman yang menghasilkan minyak atsiri dan menyumbang lebih dari 50% dari total ekspor minyak atsiri di Indonesia. Indonesia juga dikenal sebagai pemasok utama minyak atsiri nilam dalam perdagangan global, dengan kontribusi sekitar 90% (Destria et al., 2022). Menurut (Aliqadri et al., 2022) ekspor minyak atsiri Indonesia berkisar 85% didominasi oleh minyak nilam dengan volume 1.200-1500 ton/tahun. Ekspor minyak nilam Indonesia mengalami fluktuasi, dengan rata-rata pertumbuhan sekitar 6% per tahun, yang setara dengan volume ekspor antara 700 ton hingga 2.000 ton per tahun. Minyak atsiri nilam adalah salah satu minyak esensial yang penting di dunia dan menjadi bahan mentah utama dalam industri farmasi. Minyak atsiri nilam memiliki peran yang sangat signifikan di berbagai sektor industri dan sulit untuk menemukan alternatif penggantinya. Salah satu keunggulan minyak atsiri nilam adalah kandungan zat fiksatif, yaitu zat yang dapat mengikat aroma dan mencegahnya menguap, sehingga efek wangi dapat bertahan lebih lama (Adhayani et al., 2021).
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM AINUL MUKARROMAH |
| Department | Teknologi Industri Pertanian |
| Uncontrolled Keywords | Tanaman nilam; Minyak atsiri nilam; Manfaat minyak; Metode ekstraksi |
| Divisions | Fakultas Pertanian > S1 - Agroteknologi |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 15 Oct 2026 12:34 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:00 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/14440 |
