TRUNOJOYO-KP-26381-150331100090-PKL_150331100090.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
Abstract
Teh adalah salah satu minuman yang paling banyak dikonsumsi dunia. Teh
diduga berasal dari Tiongkok tempat teh telah dikonsumsi selama ribuan tahun.
Sekitar abad ke-16 pada waktu negara Portugis memperluas kekusaan mereka,
minuman teh diimpor ke Eropa dana segera menjadi populer sehinggdga Portugis
dan Belanda kemudian memutuskan untuk mendirikan perkebunan-perkebunan teh
skala besar di koloni-koloni mereka di daerah tropis. Teh yang ideal membutuhkan
temperatut dan kelembaban yang konstan. Kondisi konstan dapat ditemukan di
daerah dengan iklim tropis dan subtropis. Di Asia tenggara sekitar 60% teh di
produksi. Tanaman teh paling baik dan bermutu hanya akan terdapat di dataran
tinggi karena akan menghasilkan teh yang berkualitas, teh dapat dipanen jika
umurnya mencapai 4 tahun yang di pilih ialah pucuk daun teh. Perlu diketahui
panen yang paling baik ialah dengan panen secara manual, karenanya produksi teh
adalah bisnis padat tenaga kerja.
Saat ini Indonesia adalah negara ke-7 penghasil teh terbesar di dunia, teh
pertama kali datang dari Jepang pada tahun 1684 namun kurang berkembang
dengan baik, kemudian didatangkan lagi teh asli dari Sri lanka pada tahun 1877,
jenis teh inilah yang berkembang pesat karena lebih cocok dengan tanah di
Indonesia. Sekitar 70% produksi teh nasional diproduksi di Jawa Barat, yang
menempatkan Indonesia di peringkat ke-7 dunia, karena Indonesia mampu
memproduksi teh 129 ribu ton teh oleh Internasional Tea Committee pada tahun
2015.
Menurut Direktorat Jendral Perkebunan Pertanian (2016), luas areal dan
produksi tanaman teh di Indonesia setiap tahunnya mengalami penurunan. Pada
tahun 2016, luas areal lahan tanam teh yaitu sekitar 118.100 hektar dengan jumlah
produksi sebesar 154.688 ton. Penurunan luas areal lahan tanam maupun produksi teh ini dikarenakan sebagian areal kebun merupakan perkebunan rakyat dan
merupakan tanaman teh tua peninggalan Belanda.
Teh merupakan minuman yang berasal dari olahan daun teh dengan
berbagai cara pengolahan yang berbeda. Berdasarkan cara pengolahannya, teh
dibedakan menjadi tiga yaitu teh hijau, teh oolong, dan teh hitam. Teh hijau
merupakan teh yang diolah tanpa proses fermentasi, teh oolong diolah secara semi
fermentasi, sedangkan teh hitam diolah dengan proses fermentasi. Pada saat ini
produk olahan teh telah banyak dikenal oleh masyarakat, mulai dari teh saring, teh
celup, hingga teh siap saji dalam kemasan gelas, kertas maupun botol.
Proses produksi teh yang baik dan memenuhi standart yang telah ditetapkan
akan menghasilkan produk teh yang baik dan mempunyai standart mutu yang baik
pula. Salah satu proses produksi teh yang sangat penting adalah proses
pengeringan. Hal ini dikarenakan hasil akhir atau produk jadi berupa teh kering
dengan kadar air yang sangat rendah. Pengeringan memegang peranan penting
dalam pengawetan dan mempertahankan mutu bahan hasil pertanian dari proses
produksi hingga sampai ke konsumen.
Proses pengemasan juga merupakan salah satu proses penting dalam suatu
produksi. Adanya wadah atau pembungkus dapat membantu mencegah atau
mengurangi kerusakan, melindungi bahan pangan yang ada di dalamnya,
melindungi dari bahaya pencemaran serta gangguan fisik seperti benturan, gesekan
maupun getaran. Pengemasan juga berfungsi untuk menempatkan produk industri
agar mempunyai bentuk yang mudah dalam penyimpanan, pengangkutan, dan
distribusi.
Pusat Penelitian Teh Dan Kina Gambung (PPTK Gambung) didirikan pada
tanggal 10 januari 1973 merupakan pusat penelitian teh terbesar di Asia Tenggara,
dengan nama pada saat didirikan adalah Balai Penelitian Teh dan Kina. Mandat
BPTK adalah melaksanakan kegiatan penelitian komoditi teh dan kina. Kebun
Gambung berdiri sejak zaman Belanda berlokasi di Ciwidey, Kabupaten Gambung,
Jawa Barat. Berada di kaki Gunung Tilu. Kebun Gambung memiliki lahan seluas 600 hektar, yang mayoritas perkebunan teh seri Gambung dan sisanya hutan alami.
Selama ini daun teh terbaik khas Gambung diolah menjadi teh hijau, hitam dan
putih, yang disajikan dengan ragam produk bermutu. Untuk pabrik teh hitam
kapasitasnya 18 ton pucuk teh segar per hari, pabrik teh hijau 5 ton pucuk teh segar
per hari, dan pabrik teh putih 12,5 ton pucuk per tahun.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM ANNA LISBETH PARAIBABO |
| Department | Teknologi Industri Pertanian |
| Uncontrolled Keywords | TEH HIJAU |
| Divisions | Fakultas Pertanian > S1 - Agroteknologi |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 15 Oct 2026 12:16 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:00 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/14359 |
