TRUNOJOYO-Tugas Akhir-35881-Cover.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (758kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-35881-Abstract.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (51kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-35881-Chapter1.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (437kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-35881-Chapter2.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (570kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-35881-Chapter3.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (519kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-35881-Chapter4.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (869kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-35881-Conclusion.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (199kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-35881-References.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (309kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-35881-Appendices.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (532kB)
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana konsep penanda dan petanda hadir dalam kumpulan lagu Madura karya Malvin Ramanda dengan menggunakan pendekatan semiotika Ferdinand de Saussure. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Data penelitian berupa lirik-lirik lagu yang dikaji berdasarkan teori penanda dan petanda. Teknik pengumpulan data meliputi dokumentasi, teknik simak, teknik catat, dan teknik terjemahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 44 data yang dianalisis dari 11 lagu. Lagu Tak Alakèah Polè dan Niser Kadhibi’ memiliki data terbanyak dan menggambarkan tema kesetiaan dalam hubungan serta luka emosional akibat pengkhianatan. Beberapa lagu lain, seperti Ancor 1000, Abinih Polè, dan Nyangkolèn Tangès, menyoroti kekecewaan dan pengkhianatan dalam percintaan. Lagu Rèng Binè’ Matrè’ mengangkat kritik sosial terhadap materialisme dalam hubungan asmara. Sementara itu, lagu-lagu seperti Ngambhulen, Kerrong Maloloh, Tebbhes Niser, Sakè Kadhibi’, dan Banjir Fitnah menggambarkan pergulatan emosi dalam cinta yang tidak terbalas dan penuh tantangan. Berdasarkan hasil analisis, kumpulan lagu Madura karya Malvin Ramanda didominasi oleh tema percintaan serta dinamika emosional seperti patah hati, kekecewaan, pengkhianatan, dan kerinduan, yang dikemas dalam simbol-simbol bahasa khas daerah. Relevansi penelitian ini dengan pembelajaran Bahasa Indonesia adalah sebagai media ajar kontekstual yang dapat digunakan untuk melatih kemampuan siswa dalam menemukan makna tersirat dalam teks sastra, khususnya puisi, serta memperkenalkan kekayaan budaya lokal melalui lirik lagu Madura yang telah diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM ALFINA SALSABIELA |
| Department | Pendidikan BHS dan Sastra IND. |
| Uncontrolled Keywords | semiotika; penanda; petanda; lirik lagu; lagu Madura |
| Divisions | Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan > S1 - Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 15 Oct 2026 12:09 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:00 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/14324 |
