TRUNOJOYO-Tugas Akhir-35840-Abstract.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (153kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-35840-Cover.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-35840-Chapter1.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (404kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-35840-Chapter2.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (540kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-35840-Chapter3.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (46kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-35840-Chapter4.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-35840-Chapter5.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (155kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-35840-Conclusion.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (15kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-35840-References.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (241kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-35840-Appendices.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
Abstract
Upacara pernikahan biasanya merupakan acara atau serangkaian kegiatan tradisional yang berlangsung sesuai adat-istiadat yang berlaku di setiap daerah seperti halnya di Desa Bilaporah Bangkalan Madura serangkaian upacara atau tradisi yang dilakukan oleh masyarakat dengan membawa perabotan saat menikah yang masih tetap berlangsung sampai saat ini. Perabotan yang dibawa untuk mengisi rumah yang telah disediakan, oleh masyarakat Madura disebut ba-ghiba. Perasaan khawatir untuk menikah jika tidak memiliki finansial yang cukup untuk melaksanakan tradisi membawa perabotan pada saat menikah karena merasa takut barang yang dibawa tidak sesuai dengan apa yang diinginkan piihak keluarga perempuan. Kekhawatiran inilah yang menimbulkan perasaan cemas untuk melakukan atau melangsungkan pernikahan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui kecemasan calon pengantin pria pada tradisi penyerahan perabot rumah tangga dalam perkawinan adat Madura (studi kasus di Desa Bilaporah Kecamatan Socah Kabupaten Bangkalan). Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Pemilihan partisipan dilakukan melalui proses screening menggunakan Skala Kecemasan berdasarkan aspek-aspek kecemasan dari teori Green & Padesky(2004), yang meliputi aspek fisik, kognitif (pemikiran), perilaku, dan suasana hati.Kriteria partisipan meliputi calon pengantin pria yang melaksanakan tradisi penyerahan perabot rumah tangga dalam adat perkawinan Madura dengan wanita asal Bilaporah, Berusia 21 tahun lebih dan mengindikasikan adanya kecemasan sebelum proses bha-ghiba dilakukan dengan proses screening. Analisis data menggunakan model Stake, yang terdiri dari tahap pengumpulan kategori, interpretasi, pembentukan pola, dan generalisasi naturalistik. Partisipan penelitian berjumlah tiga orang pria berinisial M, B, dan J. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecemasan calon pengantin pria muncul dalam bentuk gejala fisik, kognitif, perilaku, dan suasana hati. Faktor penyebab kecemasan meliputi tekanan sosial, kekhawatiran tidak memenuhi harapan keluarga pasangan, dan ketakutan menjadi bahan pembicaraan masyarakat. Kecemasan ini berdampak pada kesehatan mental dan keseharian subjek, termasuk ketidakfokusan, emosi tidak terkendali, dan penurunan produktivitas.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM NOR SOFIYETUN |
| Department | Psikologi |
| Uncontrolled Keywords | Kecemasan; Calon Pengantin Pria; Tradisi Penyerahan Perabot RumahTangga (Bha-ghiba) |
| Divisions | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya > S1 - Psikologi |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 15 Oct 2026 11:32 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:00 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/14163 |
