TRUNOJOYO-Tugas Akhir-35836-Abstract.pdf
Download (239kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-35836-Cover.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (601kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-35836-Chapter1.pdf
Download (233kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-35836-Chapter2.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (396kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-35836-Chapter3.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (293kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-35836-Chapter4.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (306kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-35836-Chapter5.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (526kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-35836-Conclusion.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (263kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-35836-References.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (260kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-35836-Appendices.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
Abstract
Keluarga menjadi kunci utama dalam kesembuhan pasien ODGJ, namun keluarga kerap menghadapi tekanan sosial, psikologis, dan keterbatasan perawatan. Selain informasi medis, keluarga membutuhkan dukungan dari sosial. Komunikasi dialogis dengan lingkungan sekitar seperti Tim Kopi Jae dan tokoh masyarakat menjadi krusial untuk membangun pemahaman bersama, memperkuat resiliensi, dan mendukung keberlanjutan perawatan pasien. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui dan memahami komunikasi dialogis Tim Kopi Jae dan tokoh masyarakat dalam meningkatkan resiliensi keluarga pasien ODGJ, serta hambatan komunikasi dialogis tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif pendekatan studi kasus. Subjek penelitian ini adalah keluarga pasien, Tim Kopi Jae dan tokoh masyarakat di Kecamatan Kokop, Bangkalan. Teknik pengumpulan data yaitu wawancara, observasi, dokumentasi, dan audiovisual. Teknik analisis data yaitu pengumpulan kategori, interpretasi langsung, identifikasi pola, dan generalisasi naturalistik. Melalui teori resiliensi keluarga oleh Walsh dan teori dialogisme oleh Bakhtin, hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi dialogis menjadi fondasi interaksi yang tercermin melalui empati, penyesuaian keluarga, ruang emosional, bahasa humanis, interaksi setara, dan pendampingan berkelanjutan sebagai upaya membentuk pemahaman terhadap kondisi kebutuhan keluarga. Praktik dialogis untuk meningkatkan resiliensi antara lain adalah praktik demonstratif, religi, pemberian motivasi, dukungan nyata, Empatik, Humanistik, kolaboratif, hingga kesesuaian pada realita. Adanya perubahan pola pikir keluarga menjadi lebih positif, perbaikan pola organisasi dan komunikasi pada sistem keluarga menjadi bukti bahwa komunikasi dialogis dapat membantu meningkatkan resiliensi mereka. Hambatan komunikasi dialogis adalah perbedaan kepercayaan keluarga dan perbedaan kode bahasa. Ekspektasi keluarga yang terkadang tidak sesuai realita, kurangnya keterbukaan, serta ketidakstabilan emosi juga menjadi hambatan dalam komunikasi dialogis.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM ALFIYAH RAHMAWATI |
| Department | Ilmu Komunikasi |
| Uncontrolled Keywords | Komunikasi dialogis;Resiliensi Keluarga;ODGJ;Tokoh Masyarakat |
| Divisions | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya > S1 - Ilmu Komunikasi |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 15 Oct 2026 11:28 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:00 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/14146 |
