TRUNOJOYO-Tugas Akhir-35774-References.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (616kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-35774-Conclusion.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (449kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-35774-Chapter4.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-35774-Chapter3.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (727kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-35774-Chapter2.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (566kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-35774-Chapter1.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (466kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-35774-Abstract.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (530kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-35774-Cover.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-35774-Appendices.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
Abstract
Peningkatan kesadaran konsumen terhadap produk halal mendorong pentingnya penerapan rantai pasok halal, khususnya di sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) pengolahan pangan. UMKM XY di Kecamatan Ambunten, Kabupaten Sumenep merupakan salah satu produsen terasi udang yang telah memiliki legalitas usaha, namun belum memiliki sertifikasi halal resmi dari BPJPH. Hal ini menjadikan pentingnya analisis risiko kehalalan dalam proses produksinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis faktor-faktor risiko yang berpotensi menghambat penerapan rantai pasok halal menggunakan metode Fuzzy Best Worst Method (FBWM). Data dikumpulkan melalui observasi lapangan, wawancara mendalam, dan kuesioner kepada pakar. Faktor risiko dikelompokkan ke dalam enam kategori utama, yaitu bahan baku, proses produksi, peralatan, pengemasan, penyimpanan, dan distribusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa risiko pada peralatan (X3) memiliki bobot tertinggi (0,215), diikuti oleh risiko penyimpanan (X5) sebesar 0,190 dan bahan baku (X1) sebesar 0,178. Subkriteria dengan bobot global tertinggi adalah X3.1 (jenis dan kondisi peralatan utama produksi) dengan nilai 0,127, menandakan bahwa kondisi peralatan menjadi titik kritis utama dalam menjamin kehalalan produk. Selain itu, X5.1 (fasilitas penyimpanan yang higienis) menempati peringkat kedua dengan bobot global 0,109. Hasil ini mengindikasikan bahwa risiko utama dalam rantai pasok halal UMKM terletak pada aspek kebersihan dan kehalalan peralatan serta penyimpanan produk. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan dalam pengelolaan risiko halal di UMKM dan mendorong kesiapan dalam mengajukan sertifikasi halal.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM KALSUM DELA YULI AGUSTIN |
| Department | Teknologi Industri Pertanian |
| Uncontrolled Keywords | Rantai pasok halal; risiko halal; Fuzzy Best Worst Method (FBWM); terasi udang; UMKM. |
| Divisions | Fakultas Pertanian > S1 - Agroteknologi |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 15 Oct 2026 10:40 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 16:59 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/13929 |
