TRUNOJOYO-KP-26205-180331100028-180331100028_ASFI AUDIA.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
Abstract
Rokok adalah hasil olahan tembakau yang dibungkus di dalam kertas rokok
yang digunakan dengan cara di bakar pada ujungnya. Rokok sendiri meliputi kretek
dan rokok putih yang berasal dari tanaman Nicotiana tabacum, Nicotiana rustica dan
spesies lainnya atau sintesisnya yang mengandung nikotin dan tar dengan atau tanpa
bahan campuran (Arum, 2019). Proses pengolahan rokok terdiri dari proses
pelintingan rokok, quality control dan pengepakan (packaging). Yang menentukan
mutu rokok yaitu bau dari tembakau, semakin baik kualitas yang dimiliki daun
tembakau maka semakin mahal harganya karena akan semakin baik mutu rokok yang
dihasilkan. Untuk mendapatkan mutu rokok yang baik maka perlu dilakukan
pengendalian mutu.
Pengendalian mutu dapat diartikan sebagai suatu sistem yang dipakai untuk
mempertahankan suatu tingkat mutu yang dikehendakinya dan ditetapkan pada suatu
produk atau jasa. Usaha mempertahankan tingkat mutu ini dapat ditempuh dengan
berbagai cara antara perencanaan mutu yang baik dan rekayasa pengawasan mutu
yang ketat, penggunaan alat dan tata cara kerja yang tepat (Aditama, 2002). Menurut
Agustina et al. (2020). Pengendalian mutu suatu produk termasuk kegiatan utama
yang bertujuan untuk mengevaluasi dan membandingkan kinerja dalam proses
produksi. Dalam kegiatan pengendalian mutu terdapat beberapa hal yang harus
diperhatikan yaitu meliputi: bahan baku, proses produksi, produk jadi, pengemasan
dan pengangkutan. Pengendalian mutu pada bahan baku perlu adanya pengamatan
dari pembelian bahan baku, penerimaan bahan baku sampai dengan bahan baku yang
akan digunakan untuk proses produksi.
PT. Seribu Satu Alami, Pamekasan merupakan industri manufaktur yang
bergerak di bidang pembuatan rokok. Dalam operasinya pabrik ini menggunakan
metode manual dalam keseluruhan proses produksinya. Proses produksi pada pabrik
mulai dari proses pelintingan, quality control, sampai proses pengepakan
(packaging). Sehingga apabila dilihat dari proses produksi dan produk yang dihasilkan, pabrik seribu satu alami termasuk type Make To Stock yang artinya pabrik
memproduksi rokok setiap hari. Produk yang dihasilkan berupa sigaret kretek tangan
(SKT). Daerah pemasaran rokok seribu satu alami berpusat di madura namun telah
tersebar ke luar madura hingga ke situbondo.
Praktik Kerja Lapang (PKL) lebih berfokus untuk mengetahui mutu yang
baik pada rokok secara umum. Pengedalian mutu rokok dilakukan untuk mengetahui
kriteria mutu rokok yang baik, sehingga perusahaan dapat menghasilkan rokok
dengan kualitas dan mutu terbaik serta dapat disukai oleh konsumen. Oleh karena itu,
pengendalian mutu rokok menjadi salah satu faktor penting yang harus diperhatikan
dalam memproduksi rokok.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM ASFI AUDIA |
| Department | Teknologi Industri Pertanian |
| Uncontrolled Keywords | ROKOK; PT. SERIBU SATU ALAMI |
| Divisions | Fakultas Pertanian > S1 - Agroteknologi |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 15 Oct 2026 09:46 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 16:59 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/13677 |
