TRUNOJOYO-Tugas Akhir-8660-120321100078_Abstrak.TOC.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (13kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-8660-120321100078_Cover.doc.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-8660-120321100078_Chapter1.doc.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (21kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-8660-120321100078_Chapter2.doc.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (138kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-8660-120321100078_Chapter3.doc.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (265kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-8660-120321100078_Chapter4.doc.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (315kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-8660-120321100078_Chapter5.doc.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (209kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-8660-120321100078_Conclusion.doc.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (7kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-8660-120321100078_References.doc.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (176kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-8660-120321100078_Appendices.doc.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (3MB)
Abstract
Perikanan merupakan potensi hasil laut yang paling banyak dan dapat dimanfaatkan secara optimal. Kecamatan Tlanakan merupakan derah yang paling berpotensial terhadap perikanan tangkap di Kabupaten Pamekasan. Maka dari itu perlu adanya alternatif pengembangan produk olahan yang berbasis perikanan tangkap unggulan di Kabupaten Pamekasan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui jenis perikanan yang unggul dan alternatif apa yang digunakan untuk pengembangan terhadap produk unggulan olahan hasil laut di Kabupaten Pamekasan. Analisis location quotient (LQ) digunakan untuk mengetahui jenis perikanan berpotensi dan Analytical Hierarchy Process (AHP) untuk mengetahui alternatif pengembangan produk olahan ikan di Kecamatan Tlanakan. Hasil analisis LQ menunjukkan ikan kerapu, belanak dan lemuru adalah jenis ikan berpotensi di Kecamatan Tlanakan dengan nilai LQ masing masing 1.243, 1.130 dan 1.121. Ikan kerapu tidak bisa dikembangkan menjadi produk olahan karena tidak bernilai ekonomis. Berdasarkan analisis AHP, faktor ketersediaan bahan baku menjadi alternatif pengembangan produk olahan hasil laut dengan nilai 23,3%, dan prioritas selanjutnya yaitu faktor tingkat keuntungan, biaya produksi, modal, teknologi, kompetensi SDM, infrastruktur dan kebijakan pemerintah. Dari sisi lainnya pengembangan produk untuk jenis ikan belanak yaitu kerupuk (34,8%) dan ikan lemuru dikembangkan jadi produk petis (34,4%). Alternatif yang mungkin digunakan untuk mengembangkan produk kerupuk yaitu dengan memperbaiki infrastruktur jalan, memperluas pasokan listrik dan air. Kemudian alternatif untuk mengembangkan produk petis yaitu dengan, memperkuat ketersediaan bahan baku, meningkatkan fasilitas dan pengelolaan TPI, menjalin kerjasama dengan pemasok ikan.
Kata Kunci: Potensi, Pengembangan, Location quotient dan Analytical Hierarchy Process
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM YOGA FLORIDA |
| Department | Agribisnis |
| Uncontrolled Keywords | Potensi, Pengembangan, Location quotient dan Analytical Hierarchy Process |
| Divisions | Fakultas Pertanian > S1 - Agribisnis |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 15 Oct 2026 09:47 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 16:59 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/13676 |
