TRUNOJOYO-Tugas Akhir-8639-abstract.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (106kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-8639-cover.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (508kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-8639-BAB I.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (203kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-8639-BAB II.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (317kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-8639-BAB III.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (206kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-8639-BAB IV.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (469kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-8639-BAB V.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (25kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-8639-BAB VI.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (90kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-8639-Daftar Pustaka.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (13kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-8639-L1 GUIDE.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (29kB)
Abstract
Sebagian besar penduduk di Desa Pocong menggemari tradisi sawer, mulai dari anak-anak, pemuda, hingga orang tua baik laki-laki maupun perempuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran harga diri pelaku sawer dalam pertunjukan musik dangdut di Desa Pocong Kabupaten Bangkalan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik yang digunakan dalam pengambilan subjek menggunakan teknik purposive sampling. Subjek yang diteliti dalam penelitian ini adalah 3 laki-laki dewasa dini, warga asli Desa Pocong yang menjadi pelaku sawer. Analisis data sesuai dengan pendapat Milles & Huberman menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini yaitu gambaran harga diri pelaku tradisi sawer pada empat aspek harga diri yang meliputi: kekuasaan, keberartian, kebajikan, dan kemampuan. Pertama, aspek kekuasaan menunjukkan bahwa pelaku sawer tidak dapat mengontrol jumlah uang yang dikeluarkan untuk menyawer akan tetapi dapat mengontrol perilaku penyawer lainnya. Kedua, aspek keberartian menggambarkan bahwa keluarga pelaku sawer mendukungnya untuk melakukan tradisi sawer. Ketiga, aspek kebajikan menunjukkan bahwa pelaku sawer tetap menyawer meskipun mengetahui hal itu melanggar agama. Keempat, aspek kemampuan menggambarkan bahwa setiap pelaku sawer merasa semakin senang jika dikenal banyak orang karena sering menyawer.
Kata kunci: Harga diri, pelaku sawer, Desa Pocong.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM ZAKIYATUL FAIZAH |
| Department | Psikologi |
| Uncontrolled Keywords | Harga diri ; pelaku sawer ; Desa Pocong. |
| Divisions | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya > S1 - Psikologi |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 15 Oct 2026 09:26 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 16:59 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/13584 |
