LAPORAN AKHIR KEGIATAN MBKM KKN-T DESA DEMPO TIMUR PEMBERDAYAAN MASYARAKAT PETANI DESA DEMPO TIMUR MELALUI KETERAMPILAN PERTANIAN RAMAH LINGKUNGAN

Nurul Aisyah (2024) LAPORAN AKHIR KEGIATAN MBKM KKN-T DESA DEMPO TIMUR PEMBERDAYAAN MASYARAKAT PETANI DESA DEMPO TIMUR MELALUI KETERAMPILAN PERTANIAN RAMAH LINGKUNGAN. S1 thesis, Universitas Trunojoyo Madura.
[thumbnail of TRUNOJOYO-KP-35652-220311100026-Laporan PKL.pdf] PDF
TRUNOJOYO-KP-35652-220311100026-Laporan PKL.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (4MB)

Abstract

Desa Dempo Timur merupakan salah satu desa yang terletak di Kecamatan Pasean Kabupaten Pamekasan yang berbatasan dengan Kabupaten Sumenep. Desa Dempo Timur berada diwilayah perbukitan atau pegunungan yang terdiri dari 9 dusun yakni dusun Baruh, Beringan, Duko, Duwa’pote, Kaljan, Mujang, Pajagungan Atas, Pajangungan Bawah, Dan Pancor. Menurut data dari statistika letak geografis Desa Dempo Timur berada pada rentang koordinat lintang -6.91804 dengan bentang wilayah pegunungan dan perbukitan. Wilayah Desa Dempo Timur yang termasuk perbukitan dan beriklim tropis dengan di dukung sumberdaya yang melimpah menjadikan masyarakat memanfaatkan lahan untuk melakukan aktifitas ekonomi berupa pertanian, perkebunan, peternakan dan perdagangan. Desa Dempo Timur memiliki luas wilayah ± 8.247,219 ha 82,473 km2 dengan jumlah Total Penduduk mencapai 4.940 jiwa yang sebagian besar bermata pencaharian sebagai petani. Salah satu komoditi yang dikembangkan di desa dempo timur adalah komoditas bawang merah, tembakau, padi, jagung, kelapa, dan sayur mayur untuk menunjang perekonomian. Meskipun memiliki potensi alam yang melimpah, para petani di Desa Dempo Timur menghadapi sejumlah kendala, antara lain ketergantungan tinggi pada pupuk kimia, kelangkaan pupuk menjelang musim tanam, harga pupuk yang mahal, serangan hama yang sulit dikendalikan, keterbatasan sumber air, serta rendahnya pemanfaatan limbah pertanian. Penggunaan pupuk kimia yang berlebihan, seperti urea, rata-rata mencapai 300–600 kg per 30 hektar, jauh melebihi rekomendasi Kementerian Pertanian yang hanya 200–250 kg per hektar. Hal ini menyebabkan penurunan kualitas kesuburan tanah secara biologis, fisik, dan kimia, serta berpotensi mengurangi produktivitas lahan (Fadilah et al., 2020). Kondisi ini diperburuk oleh ketidakseimbangan unsur hara akibat penggunaan pupuk sintetik dalam dosis tinggi, yang menyebabkan defisiensi nutrisi penting seperti seng (Zn) dan tembaga (Cu). Dampaknya, kesuburan tanah menurun secara bertahap, mengancam keberlanjutan praktik pertanian di desa tersebut.

Item Type Thesis (Skripsi)
Thesis Type S1
Creators
Creators
NIM
Nurul Aisyah
Department Agroekoteknologi
Uncontrolled Keywords Pertanian; Pupuk; ekonomi masyarakat
Divisions Fakultas Pertanian > S1 - Agroekoteknologi
Additional Information elib mass import
Depositing User Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id
Date Deposited 15 Oct 2026 09:12
Last Modified 24 Oct 2026 16:59
URI https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/13520

Actions (login required)

View Item
View Item