PENGENDALIAN GULMA PADA TANAMAN TEH (Camellia sinensis L.) DI PTPN I REGIONAL 5 KEBUN WONOSARI MALANG

MARSA RAHMA ADELIA (2025) PENGENDALIAN GULMA PADA TANAMAN TEH (Camellia sinensis L.) DI PTPN I REGIONAL 5 KEBUN WONOSARI MALANG. S1 thesis, Universitas Trunojoyo Madura.
[thumbnail of TRUNOJOYO-KP-35650-210311100010-Laporan PKL.pdf] PDF
TRUNOJOYO-KP-35650-210311100010-Laporan PKL.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (3MB)

Abstract

Tanaman teh (Camellia sinensis) merupakan salah satu komoditas perkebunan yang memiliki peran penting dalam perekonomian masyarakat di Indonesia, seperti menyediakan lapangan pekerjaan, sebagai sumber pendapatan bagi petani, menambah devisa bagi negara dan dapat mendorong pengembangan suatu wilayah (Fauziah et al., 2018). Pihak perkebunan mampu menarik tenaga kerja yang relatif tinggi dengan tanaman teh sehingga dapat membantu dalam meningkatkan perekonomian di masyarakat dan memberikan penghidupan bagi banyak orang. Selain itu, adanya perkebunan teh juga dapat membantu sumber pendapatan devisa negara dari hasil sub sektor perkebunan. Salah satu perkebunan teh yang ada di Indonesia adalah PT. Perkebunan Nusantara I Regional 5 Kebun Wonosari yang mengelola perkebunan dan hasil komoditas teh. Tanaman teh merupakan tanaman tahunan yang berasal dari daerah subtropis, karena itu di Indonesia lebih cocok ditanam pada daerah pegunungan. Iklim dan tanah merupakan lingkungan fisik yang paling berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman teh. Penghasil teh terbesar di Indonesia berada di daerah Jawa Barat yang mampu menghasilkan hingga 70% dari total produksi teh nasional. Namun, industri dan nasional saat ini banyak mengalami kendala yang diantara-Nya seperti produktivitas kebun teh yang relatif rendah, penurunan luas pada areal perkebunan teh, serta mutu teh yang belum dapat memenuhi standar di internasional (Hindersah et al., 2016). Besarnya kontribusi ditinjau pada luasan teh oleh masing-masing kelompok perusahaan. Pada sebagian besar luas areal teh di Indonesia pada tahun 2013 hingga 2017 berasal dari Perkebunan Rakyat (PR), yaitu sebesar 45,52%, sedangkan pada Perusahaan Besar Negara (PBN) hanya berkontribusi sebesar 30,47% dan Perusahaan Besar Swasta (PBS) sebesar 24,01%. Selama periode 2017-2021 diperkirakan rata-rata penurunan produksi teh sebesar 0,78% per tahun (Anjarsari et al., 2020).

Item Type Thesis (Skripsi)
Thesis Type S1
Creators
Creators
NIM
MARSA RAHMA ADELIA
Department Agroekoteknologi
Uncontrolled Keywords Tanaman Teh; Gulma; Pengendalian Gulma; Herbisida
Divisions Fakultas Pertanian > S1 - Agroekoteknologi
Additional Information elib mass import
Depositing User Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id
Date Deposited 15 Oct 2026 09:11
Last Modified 24 Oct 2026 16:59
URI https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/13515

Actions (login required)

View Item
View Item