TRUNOJOYO-Tugas Akhir-26150-Abstract_TOC.pdf
Download (446kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-26150-Cover.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (6MB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-26150-Chapter 1.pdf
Download (180kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-26150-Chapter 2.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (279kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-26150-Chapter 3.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (175kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-26150-Chapter 4.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (462kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-26150-Conclusion.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (101kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-26150-References.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (163kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-26150-Appandices.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (320kB)
Abstract
Pakaian merupakan kebutuhan pokok selain makanan dan tempat tinggal yang harus dipenuhi, di kehidupan yang sudah modern seperti ini terkadang seseorang maupun masyarakat membutuhkan barang yang belum ada atau belum dihasilkan yang sesuai dengan seleranya seperti pakaian. Memenuhi keinginan sesuai selera seperti itu biasanya di pesan kepada orang yang sudah ahli di bidang pembuat pakaian. Salah satu usaha yang membuat pakaian adalah konveksi. Dalam transaksi jual beli terkadang sering terjadi adanya kelalaian saat terjadinya akad maupun di saat-saat pembuatan barang oleh penjual dan penyerahan harga oleh pembeli. Menurut para pakar fiqh muamalah bentuk kelalaian dalam jual beli yaitu barang yang dijual bukan milik penjual ataupun itu merupakan barang hasil curian, atau jika perjanjian barang harus diserahkan ke rumah pembeli pada waktu tertentu, tetapi tidak diantarkan sesuai waktu yang sudah dijanjikan, atau barang yang sudah dipesanan sesuai dengan keinginan karena adanya kelalaian pada saat pembuatan yang menimbulkan ketidaksesuaian pesanan dengan apa yang diinginkan tersebut. Pemerintah mengeluarkan sebuah regulasi untuk menghindari terjadinya bentuk kelalaian yang bagi pelaku usaha. Regulasi tersebut terdapat pada UU No. 8 Tahun 1999 tentang perlindungan konsumen. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan dengan menggunakan metode kualitatif, sumber data yang digunakan adalah sumber data primer dan sumber data sekunder. Metode pengumpulan data dengan cara observasi, wawancra dan dokumentasi. Lokasi penelitian adalah Konveksi Putra Fajar. Analisis yang digunakan menggunakan metode deskriptif analisis, yaitu meneliti suatu objek dengan tujuan untuk mendeskripsikan gambaran secara sistematis dan objektif serta memberikan hasil analisi terkait objek tersebut. Jual beli istisnha’ yang terjadi di konveksi Putra Fajar secara mekanisme sesuai dengan ajaran Islam, dalam hal ini jual beli Istisnha’ sudah berjalan sesua dengan semestinya sesuai syarat dan rukun, proses pemesanan barang yang sudah terjadi di Konveksi Putra Fajar sudah sesuai dengan konsep Isthisna’. Dan Sedangkan pertanggungjawaban yang dilakukan oleh Konveksi Putra Fajar menurut Undang-undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen sudah memenuhi tanggung jawabnya sebagai pemilik Konveksi, dalam tujuannya Undang-undang perlindungan konsumen melindungi kepentingan konsumen yang juga menjadi peringatan bagi pelaku usaha, pada Pasal 19 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen tentang tenggung jawab bagi pelaku usaha.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM IRDA DWI SAFITRI |
| Department | Hukum Bisnis Syariah |
| Uncontrolled Keywords | Fiqh Muamalah, UU perlindungan Konsumen, Pesanan. |
| Divisions | Fakultas Ilmu Keislaman > S1 - Hukum Bisnis Syariah |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 15 Oct 2026 08:59 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 16:59 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/13446 |
