TRUNOJOYO-Tugas Akhir-35618-Cover.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-35618-Abstract.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (113kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-35618-Chapter1.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (198kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-35618-Chapter2.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (290kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-35618-Chapter3.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (302kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-35618-Chapter4.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-35618-Chapter5.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (447kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-35618-Conclusion.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (51kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-35618-References.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (189kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-35618-Appendices.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
Abstract
Penelitian ini mengkaji resiliensi womenpreneur Madura di Kabupaten Sumenep dalam mencapai kesetaraan gender melalui pendekatan kualitatif dengan paradigma kritis. Menggunakan Gender Analysis Framework Harvard dan Teori Komunikasi Resiliensi Buzzanell, penelitian ini mengeksplorasi tantangan struktural dan kultural yang dihadapi perempuan dalam dunia usaha. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif dan wawancara mendalam bersama delapan pelaku usaha perempuan baik yang tergabung dalam asosiasi UMKM maupun mandiri serta informan pendukung seperti pengurus koperasi dan pengusaha laki-laki. Temuan utama menunjukkan bahwa womenpreneur Madura menghadapi beban ganda akibat struktur patriarki yang membatasi akses terhadap sumber daya dan ruang publik. Hal ini penting untuk diulas guna memastikan distribusi sumber daya yang setara serta mengatasi ketimpangan yang terjadi. Namun, mereka mengembangkan strategi resiliensi melalui adaptasi peran, pembentukan identitas kolektif lewat asosiasi seperti AMJ, MAMIN dan koperasi wanita, pemanfaatan jaringan komunikasi, serta pendekatan solutif dan optimis dalam berwirausaha. Analisis gender juga mengungkap adanya ketimpangan dalam akses modal dan informasi, di mana womenpreneur yang tergabung dalam komunitas memiliki kapasitas yang lebih baik dibandingkan dengan yang berusaha secara mandiri.Penelitian juga mengidentifikasi perbedaan genderlect: womenpreneur cenderung menggunakan rapport talk (kolaboratif dan empatik), sedangkan pengusaha laki-laki lebih pada report talk (berorientasi status dan solusi). Keterlibungan dalam asosiasi membantu womenpreneur menembus ruang publik yang didominasi laki-laki sekaligus mentransformasi norma gender melalui aktivitas ekonomi. Secara teoritis, penelitian ini memberikan kontribusi pada studi komunikasi gender dengan mengintegrasikan perspektif resiliensi dalam konteks kewirausahaan.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM RIO VALENTINO |
| Department | Ilmu Komunikasi |
| Uncontrolled Keywords | Resiliensi; Womenpreneur; Kesetaraan Gender; Komunikasi Gender; Kewirausahaan Madura |
| Divisions | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya > S1 - Ilmu Komunikasi |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 15 Oct 2026 08:56 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 16:59 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/13435 |
