TRUNOJOYO-Tugas Akhir-26131-abstract.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (88kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-26131-Cover.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (506kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-26131-Chapter 1.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (223kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-26131-chapter 2.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (108kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-26131-chapter 3.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (49kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-26131-chapter 4.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (135kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-26131-conclusion.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (83kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-26131-References.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (94kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-26131-Appendices.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
Abstract
Pesantren merupakan salah satu simpul sosial yang sangat penting di Bangkalan, oleh karena itu, industri pariwisata sangatlah penting untuk eksistensi dan strategis pesantren dengan beragam potensi yang dimilikinya. Wisata hijau didefinisikan sebagai kegiatan wisata ramah lingkungan dengan berbagai fokus dan makna. Secara luas, pariwisata hijau adalah tentang mengelola obyek wisata yang ramah lingkungan. Konsep ini akan menarik minat pelaku industry pariwisata karena menuntut keterlibatan pemerintah untuk meningkatkan kinerja di sektor lingkungan secara nyata. Tujuan esensial green tourism adalah untuk mendidik pelancong tentang pentingnya wawasan ekologis sekaligus berhibur dan bersenang-senang dengan lingkungan yang hijau dan menyenangkan. Green halal tourism dipandang dapat memberikan pengaruh signifikan terhadap lingkungan, ekonomi, gaya hidup, sosial, dan budaya. Kini sudah mulai banyak usaha pelestarian lingkungan secara intens, salah satu pesantren yang sudah menerapkan perihal ini adalah Pondok Pesantren Darul Ittihad Desa Campor, Kecamatan Geger, Kabupaten Bangkalan. Keberadaan Halal Tourism merupakan sebuah keniscayaan di tengah dinamika perkembangan di sektor pariwisata. Terminologi wisata dalam konteks Islam diperbolehkan sepanjang tidak keluar dari aturan yang ditetapkan oleh Allah SWT. Maka dalam konteks ini, pijakan wisata menurut hukum islam harus berpijak pada Al-Quran dan Hadist. Peneliti menggunakan metode kualitatif yakni metode penelitian yang fokus pada pengambilan datanya melalui observasi, wawancara, dokumentasi, serta survey lapangan langsung ke Pesantren Darul Ittihad, data yang peneliti peroleh dinyatakan dalam keadaan yang wajar.rnHasil penelitian menunjukkan bahwa menurut tinjauan hukum Islam, pelestarian lingkungan harus dilandasi dengan gagasan tentang kemaslahatan bersama. Konsep fiqih lingkungan (fiqh al-bi’ah) merupakan persoalan besar dan utama. Untuk Undang-Undang NO.10 Tahun 2009 Tentang Kepariwisataan, pesantren Darul Itihad sudah menerapkan UU tersebut, karena disana memiliki pengaruh penting dalam aspek tertentu seperti, pertumbuhan ekonomi, sosial dan budaya, pemberdayaan sumber daya alam, daya dukung lingkungan hidup, serta pertahanan dan keamanan. Dan juga Implemntasi dari program green halal tourism di pesantren Darul Ittihad antara lain: Konservasi Hutan, Penyediaan Kebun, taman pesantren, air sehat, pengelolaan sampah dan kebersihan lingkungan.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM NUR SAPPUTRA |
| Department | Hukum Bisnis Syariah |
| Uncontrolled Keywords | green halal tourism, tinjauan hukum Islam, pesantren Bangkalan |
| Divisions | Fakultas Ilmu Keislaman > S1 - Hukum Bisnis Syariah |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 15 Oct 2026 08:43 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 16:59 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/13367 |
