TRUNOJOYO-Tugas Akhir-26129-LoA 200361100001-NIZAMUDIN IMAM SANTOSO.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (184kB)
Abstract
Nama Nizamudin Imam Santoso, Nim 210361100001 Magister Pengelolaan Sumber Daya Alam Fakultas Pertanian Universitas Trunojoyo Madura, 14 Oktober 2022. Strategi Pemberdayaan Masyarakat dalam Pemanfaatan Limbah Minyak Jelantah di Kelurahan Sambikerep Kecamatan Sambikerep Kota Surabaya; Komisi Pembimbing, Ketua: Dr. Teti Sugiarti, S.P., M.Si dan Anggota: Dr Apri Arisandi, S.Pi., M.Si.rnSalah satu limbah cair yang dihasilkan masyarakat adalah minyak jelantah dari minyak goreng bekas pakai. Minyak goreng umumnya hanya bisa digunakan kembali maksimal 3-4 kali karena mengandung senyawa kimia berbahaya. Minyak jelantah dikategorikan sebagai limbah karena merusak lingkungan dan mengganggu kesehatan manusia. Isu limbah minyak jelantah tidak menjadi perhatian seperti isu sampah plastik karena dianggap sepele. Limbah minyak jelantah sebagian besar dibuang karena dianggap jelantah tidak mempunyai nilai jual. Jelantah biasa dibuang ke selokan, wastafel, dan bersamaan dengan sampah dapur. Padahal ada dampak dari limbah minyak jelantah yang tidak termanfaatkan seperti tersumbatnya saluran air yang berpotensi menjadi tempat tumbuh bakteri dan pencemaran air, pencemaran tanah yang mengakibatkan menurunnya kualitas tanah hingga mengancam kesehatan masyarakat. Penelitian dilaksanakan bulan Maret-Agustus 2022 meliputi pengumpulan data lapang dan pengumpulan data sekunder. Lokasi penelitian adalah Kampung Sambiarum, Kelurahan Sambikerep, Kecamatan Sambikerep, Kota Surabaya, Provinsi Jawa Timur. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Analisis yang dilakukan berdasarkan kepada Penelusuran Sejarah, Nilai Ekonomi, dan Analisis SWOT. Hasil penelitian diketahui bahwa awal tahun 2009 sampai tahun 2022 limbah minyak jelantah hanya disetorkan ke bank sampah induk untuk dikonversi menjadi uang. Minyak jelantah yang terkumpul di bank sampah Pin-Pin fluktuatif antara 30-90 kg. Potensi timbulan jelantah pada seluruh nasabah mencapai 845 kg/bulan sedangkan pada seluruh warga kampung mencapai 3532 kg/bulan. Hingga saat ini hanya 11% jelantah yang dimanfaatkan dari total potensi timbulan jelantah dan 3% dari total potensi warga kampung. Total nilai ekonomi jelantah di bank sampah Pin-Pin sebesar Rp2.535.000,-/bulan, sedangkan di kampung Sambiarum sebesar Rp Rp10.596.000,-/bulan. Nilai tambah produk pada lilin aroma terapi diperoleh sebesar Rp1.073.000,-/produksi dengan profitabilitas 71,5%. Strategi yang telah ditentukan yaitu memaksimalkan bank sampah sebagai pusat edukasi dan pelatihan limbah jelantah dengan melibatkan peran kelurahan untuk menjangkau masyarakat kampung agar tidak membuang limbah jelantah yang dapat mencemari lingkungan.
| Item Type | Thesis (Tesis) |
|---|---|
| Thesis Type | S2 |
| Creators | Creators NIM NIZAMUDDIN IMAM SANTOSO |
| Department | S2 PSDA |
| Uncontrolled Keywords | Pemberdayaan masyarakat;minyak jelantah;lingkungan |
| Divisions | Fakultas Ilmu Kelautan > S2 - PSDA |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 15 Oct 2026 08:41 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 16:59 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/13361 |
