TOTAL BACTERIAL COUNT (TBC) DAN TOTAL VIBRIO COUNT (TVC) SAMPEL AIR TAMBAK UDANG LITOPENAEUS VANNAMMEI DI TRAINING CENTER DAN LABORATORIUM PT. CENTRAL PROTEINA PRIMA Tbk, PAITON, PROBOLINGGO

Kholid Maulidi Fikriyansah (2022) TOTAL BACTERIAL COUNT (TBC) DAN TOTAL VIBRIO COUNT (TVC) SAMPEL AIR TAMBAK UDANG LITOPENAEUS VANNAMMEI DI TRAINING CENTER DAN LABORATORIUM PT. CENTRAL PROTEINA PRIMA Tbk, PAITON, PROBOLINGGO. S1 thesis, Universitas Trunojoyo Madura.
[thumbnail of TRUNOJOYO-KP-26078-190351100080-Laporan_PKL_Fikri.pdf] PDF
TRUNOJOYO-KP-26078-190351100080-Laporan_PKL_Fikri.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)

Abstract

Usaha budidaya udang vannamei baru diperkenalkan pada tahun 2000 di
indonesia, sejak turunnya produksi udang windu. Industri budidaya udang windu
di indonesia telah berkembang sejak tahun 1980 dan tahun 1994 sebagai negara
yang memproduksi dan mengekspor udang windu terbesar kedua di dunia. Udang
windu saat ini tidak berkembang lagi karena terserang berbagai macam penyakit
udang yang ganas seperti penyakit white spot atau virus bintik putih. Permintaan
udang vannamei sangat besarbaik pasar local maupun internasional, karena
memiliki keunggulan nilai gizi yang sangat tinggi serta memiliki nilai ekonomis yang
cukup tinggi menyebabkan pesatnya budidaya udang vannamei. Hal tersebut
menyebabkan kemungkinan serangan penyakit pada udang vannamei sangat
besar.
Penyakit yang ditimbulkan oleh bakteri, virus, dan jamur dapat terjadi apabila
terjadi ketidak seimbangan antara Host, Pathogen Agent, dan Environment. Pada
budidaya udang, penyakit yang mudah timbul umumnya disebabkan oleh bakteri
Vibrio sp. Jenis bakteri ini mampu berkembang dengan cepat jika bahan organik
dalam air tambak banyak. Menurut Singh dan Hameed, apabila populasi Vibrio sp.
Lebih banyak disbanding dengan populasi bakteri yang lain dapat menyebabkan
penurunan tingkat kelulushidupan udang pada masa pembenihan dan
pembesarannya (Cahmberlain, 1991).
Teknologi integrated multutrophic aquakulture (IMTA) merupakan salah satu
bentuk budidaya dengan memanfaatkan penyediaan pelayanan ekosistem oleh
organisme seperti kerang nila dan rumput laut yang disesuaikan dengan mitigasi
terhadap limbah organisme tingkat tinggi. Pemanfaatan komoditas udang
vannamei, kekerangan, nila dan rumput laut pada budidaya akan meningkatkan
nilai tambah pada budidaya perikanan. Kualitas air merupakan salah satu faktor
penting agar budidaya bisa berhasil dengan keuntungan yang memuaskan. Untuk
memacu akan keberhasilan dalam budidaya membutuhkan perhatian khusus,
penurunan kualitas air dapat disebabkan oleh pemberian pakan yang tidak
terkontrol, pengelolaan air yang tidak memadai akan berakibat buruk yang dapat
menyebabkan berkembangnya penyakit sehingga kualitas lingkungan terganggu.
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji variasi waktu kualitas air pada tambak budidaya udang vannamei dengan teknologi integrated multitrophic aquakulture
(IMTA) (Poernomo,2004;charatchacool et al., 1998).
Otonomi perairan merupakan ikan, kepiting, dan lopster dan lain sebagainya,
bakteri salmonella sp adalah sebuah bakteri yang menyebabkan sebuah adanya
penyakit yang seperti parasit, pembusukan serta toksin bagi perairan yang
termasuk udang vennamei sendiri. Bakteri salmonella sp sendiri merupaka bakteri
yang rekolasionya yang positif dan bakteri e-coli. Dalam penjelasan disamping
bahwasanya bakteri yang menyerang suatu budidaya ikan, kepiting, serta lopster
bisa menimbulkan senbuah peyakit pada hewan-hewan laut serta bisa
menimbulkan matinya pada hewan ikan, kepiting, lopster (Sutiknowati, 2014).
Parameter kimia juga berperan penting dalam kesuksesan budidaya udang
vannamei. Parameter kimia merupakan faktor internal dalam keberhasilan
bubidaya udang vannamei. Parameter kimia yang penting untuk dilakukan
pengukuranya itu oksigen terlarut (DO), derajat keasaman (pH), dan amonium
(NH4+). Oksigen terlarut digunakan untuk pernapasan sebagai bagian proses
metabolisme yang kemudian dapat menghasilkan energi untuk pertumbuhan. Nilai
optimum kandungan protein pakan udang buatan (pellet) cukup tinggi, yaitu sekitar
40%, sehingga proses pembusukan (perombakan) pellet akan menghasilkan
senyawa nitrogen anorganik berupa NH3-N dan NH4 yang merupakan salah satu senyawa toksik bagi udang (Boyd, 1990).
Keadaan kualitas air tambak akan berperan terhadap kondisi dan performa
udang yang dibudidayakan (Fakhri et al., 2015; Gao et al., 2016). Kualitas air yang
sangat fluktuatif akan membuat udang mudah mengalami stres akibat kondisi yang
abnormal (Su et al., 2010; Vieira-Girao et al., 2015; Ariadi et al, 2019). Udang yang
stres sangat mudah terserang penyakit dan mati, sehingga tingkat mortalitas
budidaya akan semakin meningkat (Jiang et al., 2005; Edhy et al., 2010). Fluktuasi
parameter kualitas air yang dinamis, salah satunya dipengaruhi oleh faktor input
dan limbah budidaya. Limbah input dari budidaya akan semakin meningkat seiring
bertambahnya biomassa udang dan umur budidaya udang (Culberson and
piedrahita, 1996; Brown et al, 2015).
Faktor lain yang dapat mempengaruhi pertumbuhan udang adalah pemberian
pakan yang over feeding, karena dapat menurunkan kualitas air tambak sehingga
meningkatkan potensi terkena penyakit yang disebabkan oleh bakteri patogen.
Romadhona et al melaporkan bahwa sebanyak 40% kandungan protein yang
terdapat pada pakan udang buatan dapat berpotensi proses pembusukan bahan organik yang tidak dapat terurai dengan baik. Hal tersebut akan berdampak pada
menurunnya kualitas air budidaya udang vannamei.
Central Proteina Prima Paiton Probolinggo melakukan pengujian parameter
biologi, kimia dan fisika untuk mendukung kegiatan budidaya udang vannamei.
Sampel air yang masuk merupakan sampel dari para customer PT. Central
Proteina Prima untuk dilakukan analisa kualitas air tambak budidaya udang
vannamei. Salah satu analisa yang terdapat di Training Center dan Laboratorium
PT. Central Proteina Prima Paiton Probolinggo adalah analisa Total Bacterial
Count (TBC) dan Total Vibrio Count (TVC).

Item Type Thesis (Skripsi)
Thesis Type S1
Creators
Creators
NIM
Kholid Maulidi Fikriyansah
Department Manajemen Sumberdaya Perairan
Uncontrolled Keywords TOTAL BACTERIAL COUNT (TBC); TOTAL VIBRIO COUNT (TVC); TAMBAK UDANG; TRAINING CENTER DAN LABORATORIUM PT. CENTRAL PROTEINA PRIMA Tbk, PAITON, PROBOLINGGO
Divisions Fakultas Ilmu Kelautan > S1 - Manajemen Sumberdaya Perairan
Additional Information elib mass import
Depositing User Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id
Date Deposited 15 Oct 2026 07:58
Last Modified 24 Oct 2026 16:58
URI https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/13160

Actions (login required)

View Item
View Item