PEMELIHARAAN JAMUR TIRAM (Pleurotus ostreatus) DI SALMAN AGRO FARM KABUPATEN JEMBER

CHOIRUN RAMADHANI (2021) PEMELIHARAAN JAMUR TIRAM (Pleurotus ostreatus) DI SALMAN AGRO FARM KABUPATEN JEMBER. S1 thesis, Universitas Trunojoyo Madura.
[thumbnail of TRUNOJOYO-KP-26072-180311100063-PKL CHOIRUN RAMADHANI.pdf] PDF
TRUNOJOYO-KP-26072-180311100063-PKL CHOIRUN RAMADHANI.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)

Abstract

Jamur tiram (P. ostreatus) mempunyai kandungan gizi yang cukup besar
sehingga bermanfaat bagi kesehatan manusia. Jamur tiram enak dimakan dan dipercaya mempunyai khasiat obat untuk berbagai penyakit, seperti lever,
diabetes, anemia, sebagai antiviral dan anti kanker, menurunkan kadar kolesterol,
meningkatkan daya tahan tubuh terhadap serangan polio dan influenza serta
kekurangan gizi. Selain itu, jamur tiram juga dipercaya mampu membantu
penurunan berat badan karena berserat tinggi dan membantu pencernaan
(Sunarmi dan Cahyo, 2010).
Berdasarkan penelitian yang dilakukan pakar jamur di Departemen Sains
Kementrian Industri Thailand bebarapa zat yang terkandung dalam jamur tiram
atau Oyster mushroom adalah protein (10,5-30,4%); karbohidrat 50,59 %; serat
1,56 %; lemak 0,17 dan abu 1,14 %. Selain kandungan ini, Setiap 100 gram
jamur tiram segar ternyata juga mengandung 45,65 kalori; 8,9 mg kalsium: 1,9 mg
besi; 17,0 mg fosfor. 0,15 mg Vitamin B1; 0,75 mg vitamin B2 dan 12,40 mg vitamin
C (Chazali dan Pratiwi, 2010).
Budidaya jamur tiram mampu mendatangkan keuntungan yang sangat
menggiurkan baik dilakukan dalam skala kecil maupun besar. Hal ini tidak lepas
dari tingginya permintaan dan nilai jual dari jamur tiram. Kegiatan budidaya jamur
tiram di Indonesia, masih tergolong rendah jika dibandingkan dengan kebutuhan
atau permintaan dari konsumen tiap harinya. Hal ini dapat dilihat dari kenaikan
permintaan jamur tiram yang setiap tahunnya mengalami peningkatan. Menurut
data dari Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2008 kebutuhan masyarakat terhadap
jamur tiram untuk kota Yogarta membutuhkan 200 250 kg per hari, Semarang
350 kg per hari, Bandung 500 kg per hari, Tasikmalaya 300 kg per hari, Tangerang
3.000 kg per hari. Kebutuhan tersebut hanya untuk memenuhi permintaan jamur
tiram segar saja. Padahal untuk mengetahui pasar jamur tiram tidak hanya
dipasarkan dalam keadaan segar, tetapi juga dapat diolah lebih lanjut menjadi
produk olahan siap saji seperti keripik atau abon. Terbatasnya produksi jamur tiram
di Indonesia dikarenakan oleh beberapa faktor penghambat, salah satunya adalah
penyedian bibit jamur yang berkualitas atau bibit yang bermutu. Padahal untuk
memenuhi permintaan pasar jamur tiram tidak hanya dipasarkan dalam keadaan
segar, tetapi juga dapat diolah lebih lanjut menjadi produk olahan siap saji seperti
keripik atau abon. Terbatasnya produksi jamur tiram di Indonesia dikarenakan oleh beberapa faktor penghambat, salah satunya adalah penyedian bibit jamur yang
berkualitas atau bibit yang bermutu.

Item Type Thesis (Skripsi)
Thesis Type S1
Creators
Creators
NIM
CHOIRUN RAMADHANI
Department Agroekoteknologi
Uncontrolled Keywords JAMUR TIRAM; SALMAN AGRO FARM; KABUPATEN JEMBER
Divisions Fakultas Pertanian > S1 - Agroekoteknologi
Additional Information elib mass import
Depositing User Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id
Date Deposited 15 Oct 2026 07:57
Last Modified 24 Oct 2026 16:58
URI https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/13148

Actions (login required)

View Item
View Item