TRUNOJOYO-KP-26067-190351100078-LAPORAN_PKL_SUPRIYANTO_190351100078.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
Abstract
Udang vannamei (Litopenaeus vannamei) atau dikenal dengan nama udang
putih adalah spesies introduksi yang berasal dari perairan Amerika Tengah. Budidaya
udang vannamei di Indonesia beberapa tahun belakangan ini mulai banyak di
kembangkan, hal tersebut dikarenakan permintaan akan udang vannamei terus
bertambah yang tentunya memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Udang sendiri
merupakan bahan makanan sumber protein hewani tinggi yang sangat digemari oleh
konsumen dalam negeri maupun luar negeri karena memiliki rasa yang gurih dan
kadar kolesterolnya lebih rendah dari pada hewan mamalia (Riani et al 2012).
Udang vanamei dijadikan sebagai usaha budidaya yang dapat berkembang
sangat pesat di Indonesia pada awal masuk import udang ke Indonesia pada tahun
2002. Perkembangan pesat udang tersebut sehingga Indonesia mampu untuk
mengekspor udang vannamei sebanyak 125.598 ton. Keunggulan dari udang
vannamei ini sangat banyak sehingga ia banyak diminati di berbagai negara, beberapa
keunggulan dari udang vannamei ialah tahan terhadap serangan penyakit, responsif
terhadap pakan, serta aditif terhadap lingkungan sehingga banyak petambak yang
membudidayakan udang tersebut (Darwatin et al 2016).
Budidaya udang ialah sektor perikanan yang memiliki peran sebagai
penyumbang devisa non-migas bagi negara dengan jumlah yang besar. Budidaya
udang vannamei harus diperhatikan pada kelangsungan hidupnya karena lingkungan
merupakan salah satu faktor yang mempengaruhinya menurut (Pahlawi et al 2019).
Udang banyak dibudidayakan oleh para petambak ini selain karena sangat tahan
terhadap penyakit tetapi juga udang memiliki harga jual yang tinggi dikarena ia
memiliki nilai ekonomis penting di Indonesia. Permintaan akan udang ini setiap tahun
semakin meningkat sehingga perlunya dilakukan perkembangan sangat cepat untuk
dapat memenuhi kebutuhan tersebut. Udang untuk dapat mempercepat pembesaran
pertumbuhannya pun salah satunya ada pada pakan udang tersebut. Pakan udang yang
sesuai dengannya akan membuat perkembangbiakan udang semakin cepat dan juga
dapat menghasilkan panen udang dengan ukuran yang besar (Anwar et al 2016).
Pakan udang sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan pada udang sehingga
ia dapat tumbuh secara cepat. Pakan yang digunakan pada budidaya ini dapat
menghabiskan biaya produksi sekitar 60-70%. Pakan yang digunakan pada budidaya
harus yang menggunakan pakan yang tepat dan juga kualitas pakan yang bagus
sehingga produksi udang dapat meningkat dan juga dapat meningkatkan keuntungan
dari budidaya tersebut. Pakan udang pun memiliki jenis yang berbeda-beda sesuai
dengan kebutuhan dari udang tersebut (Tahe dan Suwoyo 2011).
Budidya udang vannamei dapat dilakukan dengan berbagai media sebagai
tempat berlangsungnya budidaya udang vannamei tersebut, mulai dari media kolam
tanah, kolam terpal bahkan sekarang sudah ada yang menggunakan kolam dari beton.
Tempat budidaya tersebut tentunya di sesuaikan dengan kemampuan pembudidaya
itu sendiri, di wilayah Bangkalan mayoritas petambak masih menggunakan kolam
yang terbuat dari terpal tidak terkecuali di tempat dilakukan Praktik Kerja Lapang.
Hal tersebut dikarenakan modal yang dikeluarkan masih dapat dijangkau, selain itu
lahan yang digunakan sebagai tempat budidaya bukan milik sendiri (sistem kontrak).
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM Supriyanto |
| Department | Manajemen Sumberdaya Perairan |
| Uncontrolled Keywords | UDANG VANNAMEI; KOLAM TERPAL; DESA PETAONAN KECAMATAN SOCAH |
| Divisions | Fakultas Ilmu Kelautan > S1 - Manajemen Sumberdaya Perairan |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 15 Oct 2026 07:53 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 16:58 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/13132 |
