TRUNOJOYO-KP-26058-190361100030-SHAFIRA MUTIA RAHMAH 190351100030 LAPORAN PKL.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (3MB)
Abstract
Antibiotik dalam aktivitas perikanan digunakan sebagai komponen
tambahan dalam pemeliharaan ikan atau udang, dalam pemberian bahan
antibiotik pada makanan ikan atau udang dapat membantu untuk mencegah
terjangkitnya penyakit yang disebabkan karena kuman serta digunakan dalam
mempercepat pertumbuhan ikan atau udang. Antibiotik yang digunakan dalam
pencegahan penyakit pada budidaya perikanan menyebabkan efek samping bagi
konsumen serta lingkungan. Konsumsi produk perikanan dan bahan pangan
lainnya yang mengandung antibiotik melebihi ambang batas maksimum dapat
menimbulkan kelainan fisiologis pada manusia, perubahan jumlah mikroflora
keracunan, kegagalan terapi karena resistensi, serta adanya reaksi alergi
(Pawestri et al., 2019). Hal inilah yang menjadi salah satu alasan terhadap
penolakan hasil perikanan yang diduga masih menggunakan antibiotik. Antibiotik
chloramphenicol yang terkandung dalam produk perikanan dapat berasal dari
biota perikanan yang telah terpapar antibiotik pada saat pemeliharaan sehingga
meninggalkan residu dalam tubuhnya. Habitat biota perikanan juga dapat
mempengaruhi adanya kontaminasi antibiotik akibat dari lingkungannya yang
telah tercemar (Maurina Sipahutar, 2021).
Antibiotik dengan kadar yang tidak sesuai berpotensi menimbulkan
akumulasi residu antibiotik pada jaringan dan menyebabkan dampak buruk efek kesehatan manusia apabila mengkonsumsinya, dan adanya antibiotik dalam
ambang batas maksimal akan menurunkan kualitas mutu produk perikanan
sehingga hal ini dapat mempengaruhi penolakan terhadap produk ekspor hasil
perikanan ke negara lain. Oleh karena itu, perlu dilakukan Praktek Kerja Lapang
(PKL) untuk mengetahui dan memahami teknik analisis residu antibiotik pada
komoditas perikanan menggunakan metode ELISA (Enzyme Linked
Imunnosorbent Assay) dengan baik dan tepat, yang pengujiannya berada di Balai
Pengujian Mutu Hasil Perikanan Kelas A Semarang Jawa Tengah yang
merupakan salah satu instansi dengan memberikan pelayanan pengujian
kandungan residu antibiotik pada produk perikanan yang sesuai dengan nilai
Maksimum Residu Limit (MRL) yang telah ditetapkan pada komoditas perikanan
berdasarkan standar regulasi SNI 7587.3:2010.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM SHAFIRA MUTIA RAHMAH |
| Department | Manajemen Sumberdaya Perairan |
| Uncontrolled Keywords | RESIDU ANTIBIOTIK KLORAMFENIKOL; BALAI PENGUJIAN MUTU HASIL PERIKANAN KELAS A PROVINSI JAWA TENGAH |
| Divisions | Fakultas Ilmu Kelautan > S1 - Manajemen Sumberdaya Perairan |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 15 Oct 2026 07:49 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 16:58 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/13109 |
