TRUNOJOYO-Tugas Akhir-26056-180111100193_Abstract_TOC.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (61kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-26056-180111100193_Cover.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (7MB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-26056-180111100193_Chapter 1.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (189kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-26056-180111100193_Chapter 2.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (287kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-26056-180111100193_Chapter 3.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (286kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-26056-180111100193_Conclusion.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (123kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-26056-180111100193_References.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (137kB)
Abstract
ABSTRAKrnPerkembangan ilmu hukum sebagai konsekuensi negara hukum di Indonesia semakin menjadi pembahasan dan diskursus yang kian belum tertuntaskan. Baru-baru ini muncul kasus baru yang dialami oleh seorang dr. Richard Lee pada saat mejelaskan sebuah produk kecantikan milik orang lain. Menurutnya setelah melakukan penelitian dalam dunia medis, produk tersebut mengan bahan merkuri dan midrokuinun yang tidak disarankan untuk digunakan oleh konsumen. Lebih jauh, konten yang dibuat di akun Youtubenya sendiri menuai polemic dikalangan masyrakat dan berujung pada pelaporan. Pelapor merasa bahwa hal demikian merupakan suatu bentuk pencemaran nama baik atas tindakan yang dilakukan seorang dokter dengan menggunakan Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik sebagai senjata utamanya. Namun yang menarik dalam persoalan ini menurut penulis ialah saat instansi kepolisian melakukan jemput paksa terhadapnya, dengan alasan penyelidikan dan penyidikan. Tindakan yang dilakukan kepolisian ini sangat menarik untuk dianalisa dengan kode etik kepolisian serta keberadaan asas praduga tak bersalah yang harusnya diberikan kepada tersangka. Penulis akan mengkaji peristiwa hukum yang dialami dr. Richard lee serta unsur-unsur pencemaran nama baik dalam UU ITE dengan menggunakan keberadaan asas praduga tak bersalah sebagai pelindung hak tersangka sebelum dilakukannya putusan.Penelitian ini menggunakan jenis penelitian normatif dengan menekankan terhadap perundang-undangan yang terkait dalam rangka menemukan kebenaran hukum yang bersifat ius constitutum.rnKata kunci : asas praduga tak bersalah, pencemaran nama baik, media sosial.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM MOH. SUHDI |
| Department | Ilmu Hukum |
| Uncontrolled Keywords | asas praduga tak bersalah, pencemaran nama baik, media sosial. |
| Divisions | Fakultas Hukum > S1 - Ilmu Hukum |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 15 Oct 2026 07:48 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 16:58 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/13103 |
