LAPORAN AKHIR KEGIATAN MBKM MAGANG INDUSTRI PT. MANGLI DJAYA RAYA : PENGARUH APLIKASI CROP PROTECTION AGENT (CPA) TERHADAP HAMA THRIPS PADA BUDIDAYA TANAMAN TEMBAKAU VARIETAS CRIOLLO DI PETANI MITRA PT. MANGLI DJAYA RAYA

SELFI PUSPITASARI (2024) LAPORAN AKHIR KEGIATAN MBKM MAGANG INDUSTRI PT. MANGLI DJAYA RAYA : PENGARUH APLIKASI CROP PROTECTION AGENT (CPA) TERHADAP HAMA THRIPS PADA BUDIDAYA TANAMAN TEMBAKAU VARIETAS CRIOLLO DI PETANI MITRA PT. MANGLI DJAYA RAYA. S1 thesis, Universitas Trunojoyo Madura.
[thumbnail of TRUNOJOYO-KP-35507-Laporan Magang Industri.pdf] PDF
TRUNOJOYO-KP-35507-Laporan Magang Industri.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (701kB)

Abstract

Tembakau adalah tanaman komersial dan termasuk dalam komoditas perkebunan
semusim. Provinsi Jawa Timur menjadi produsen tembakau tertinggi di Indonesia salah
satunya di Kabupaten Jember. Tembakau varietas criollo menjadi salah satu varietas yang
ditanam di Kabupaten Jember. Beberapa faktor yang menyebabkan rendahnya produksi
tembakau yakni, rendahnya tingkat kesuburan tanah, tingginya penguapan air, serta
serangan organisme pengganggu tanaman (OPT). Serangan hama menjadi musibah bagi
para petani karena dapat menurunkan nilai jual hasil panen. Salah satu hama yang ada
dalam budidaya tanaman tembakau adalah thrips. Hama thrips yang menyerang tembakau
dengan cara menghisap cairan pada daun muda. Daun yang terserang hama Thrips sp.
akan berubah warna menjadi coklat tembaga, mengeriting atau menjadi keriput.
Pengendaliaan hama thrips yang dilakukan oleh petani seringkali menggunakan
pestisida kimia. Pestisida adalah salah satu bahan yang dapat digunakan secara luas pada
berbagai sektor terutama di sektor pertanian. Pengaplikasian pestisida bahan aktif
Abamectin 18 gr/L yang daipalikasikan pada saat umur 19 HST mendapatkan hasil
dimana jumlah hama thrips mengalami penurunan sebesar 0,95 ekor. Pada saat
pengaplikasian pestisida berbahan aktif Abamectin 20 gr/L umur 33 HST terdapat
penurunan populasi thrips dari rata-rata 4.075 (ekor) menjadi 2.775 (ekor). Meskipun ada
penurunan, efektivitasnya tampak lebih rendah dibandingkan dengan Abamectin 18 gr/L
dalam jangka waktu yang lebih pendek. Aplikasi Diafentiuron 500 gr/L menunjukkan
penurunan yang signifikan dari rata-rata 3.375 (ekor) menjadi 1.075 (ekor). Efektivitas
jangka panjang ini menunjukkan bahwa Diafentiuron dapat menjadi pilihan yang baik
untuk pengendalian thrips dalam periode yang lebih lama.

Item Type Thesis (Skripsi)
Thesis Type S1
Creators
Creators
NIM
SELFI PUSPITASARI
Department Agroekoteknologi
Uncontrolled Keywords Tembakau; Thrips; Pestisida; Abamectin; Diafentiuron
Divisions Fakultas Pertanian > S1 - Agroekoteknologi
Additional Information elib mass import
Depositing User Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id
Date Deposited 15 Oct 2026 07:43
Last Modified 24 Oct 2026 16:58
URI https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/13077

Actions (login required)

View Item
View Item