TRUNOJOYO-KP-26048-190341100033-Yogi Noviana#190341100033#Laporan PKL.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (3MB)
Abstract
Teknologi produksi garam di Indonesia kebanyakan masih menggunakan
metode penguapan atau evaporasi. Metode evaporasi ini membutuhkan adanya
panas matahari untuk penguapan air laut dengan media atau alas tanah. Pada
beberapa daerah seperti aceh dan bali, produksi garam menggunakan cara
memasak atau metode penguapan dengan panas dari api. Hal ini dikarenakan
kondisi tanah atau media pada daerah tersebut merupakan tanah yang poros,
yaitu tanah yang mudah menyerap air. Kondisi tanah, kelembapan udara, suhu,
kecepatan angin, dan sistem yang digunakan menjadi pengaruh dalam
produktifitas pembuatan garam. Pegaraman 1 merupakan salah satu lahan
produktif yang dimiliki PT Garam yang menggunakan media tanah untuk
penguapan dan geomembran untuk kristalisasi (Taufiq et al 2016).
Lahan Pegaraman 1 merupakan lahan produksi milik PT Garam yang paling
luas dengan luas sekitar 2500 ha. Lahan pegaraman 1 tepatnya berada di Jl. Adi
Sucipto No.1 Kalianget, Sumenep. Lahan pada pegaraman 1 tipe lahan yang
menyatu-nyatu (tidak berpencar), artinya lahan produksi mulai dari peminihan,
kristalisasi, dan gudang penyimpanan berada dalam satu lokasi (Taufiq et al
2016). Berbeda dengan lahan garam rakyat, yang meskipun ditotal seluruh
indonesia relatif luas tetapi sifatnya milik pribadi. Proses produksi dengan lahan
luas akan menghasilkan produk garam dengan jumlah yang banyak.
Produksi garam pada pegaraman 1 menggunakan menggunakan sistem
evaporasi dan menggunakan media geomembran untuk kristalisasi. Pada proses
produksinya, pegaraman 1 mengandalkan alam sepenuhnya seperti angin, panas
matahari, dan kelembapan. Indonesia sendiri merupakan negara dengan 2 musim
yaitu musim panas dan musim hujan. Selain faktor alam, faktor lahan juga
mempengaruhi proses produksi garam. Tata letak lahan garam, tata aliran air
pada proses produksi garam, sarana dan prasarana pendukung proses produksi
garam, dan biaya Amami dan Ihsannudin 2016).
Tata aliran air merupakan penataan lahan untuk membuat air keluar-masuk
ke peminihan melalui pintu yang tersedia baik melalui gravitasi atau bantuan alat
seperti pompa. Tata aliran air yang sesuai akan menghasilkan air tua yang
memenuhi target yaitu dengan konsentrasi tinggi, volume banyak, dan waktu yang cepat. Kegiatan magang ini berguna untuk mengetahui tata aliran yang baik
untuk mencapai target yang diinginkan berdasarkan teori edukasi dan aplikasi di
lapangan.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM Yogi Noviana |
| Department | Kelautan |
| Uncontrolled Keywords | TAMBAK GARAM; PT GARAM SUMENEP |
| Divisions | Fakultas Ilmu Kelautan > S1 - Ilmu Kelautan |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 15 Oct 2026 07:40 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 16:58 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/13066 |
