TRUNOJOYO-Tugas Akhir-35497-Chapter1.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (200kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-35497-Abstract.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (225kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-35497-Cover.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (677kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-35497-Chapter2.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (253kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-35497-Chapter3.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (348kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-35497-Chapter4.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (544kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-35497-Conclusion.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (148kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-35497-References.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (201kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-35497-Appendices.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (621kB)
Abstract
Luas lahan pada Desa Kertasada adalah 198,2 Ha dimana luas lahan tersebut merupakan 3,19% dari luas lahan Sumenep dengan perolehan hasil produksi sebesar 14.790,1 ton dan rata-rata produktivitas sebesar 74,6 ton/Ha. Garam rakyat yang diproduksi dengan menggunakan tambak garam tanah pada meja kristal memperoleh hasil produksi dan kualitas yang tidak sama antar meja garam. Hal tersebut dikarenakan tidak adanya sistem pemetaan tambak garam yang dilakukan untuk mengidentifikasi daerah-daerah yang produksi garamnya perlu ditingkatkan. Oleh sebab itu, untuk meningkatkan kualitas dan efisiensi produksi garam diperlukan adanya pemetaan. Metode yang digunakan adalah K-means Clustering, Hierarchical Clustering, dan Analisis SWOT. Tujuan dari penelitian yang akan dilakukan adalah untuk memetakan tambak garam berdasarkan hasil produksi dan kualitas garam rakyat di Desa Kertasada menggunakan analisis klaster dan mengidentifikasi strategi dalam meningkatkan produktivitas garam rakyat di Desa Kertasada. Data yang digunakan adalah data jumlah produksi, luas lahan, produktivitas, dan kualitas garam. Hasil yang diperoleh pada metode k-mean clustering yang memiliki tingkat akurasi paling baik yaitu pada pengelompokan 4 klaster dengan perolehan nilai silhouette 0,48, sedangkan untuk metode hierarchical clustering yang memiliki tingkat akurasi paling baik juga terdapat pada pengelompokan 4 klaster dengan perolehan nilai silhouette 0,54. Dari kedua hasil yang telah di peroleh, metode hierarchical clustering menghasilkan pengelompokan data yang lebih baik dan terstruktur jika dibandingkan dengan k-means dari semua pengujian. Hasil analisis SWOT kuantitatif menunjukkan garam rakyat di Desa Kertasada berada pada kuadran II dengan titik sumbu X,Y (0,73; -0,02). Hal ini menunjukkan garam rakyat di Desa Kertasada memiliki kondisi internal yang kuat namun masih sedikit kelemahan pada kondisi eksternalnya.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM DELLA ANJELLIANA PUTRI |
| Department | Teknologi Industri Pertanian |
| Uncontrolled Keywords | Garam rakyat; Hierarchical clustering; K-means clustering; Pemetaan |
| Divisions | Fakultas Pertanian > S1 - Agroteknologi |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 15 Oct 2026 07:37 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 16:58 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/13047 |
