TEKNIK DETEKSI BAKTERI Vibrio parahaemolyticus PADA KOMODITAS KEPITING SALJU (Chionoecetes opilio) DI LABORATORIUM UJI BALAI KARANTINA IKAN PENGENDALIAN MUTU DAN KEAMANAN HASIL PERIKANAN SURABAYA II

ALVIN AULAFI ANUGRAH (2022) TEKNIK DETEKSI BAKTERI Vibrio parahaemolyticus PADA KOMODITAS KEPITING SALJU (Chionoecetes opilio) DI LABORATORIUM UJI BALAI KARANTINA IKAN PENGENDALIAN MUTU DAN KEAMANAN HASIL PERIKANAN SURABAYA II. S1 thesis, Universitas Trunojoyo Madura.
[thumbnail of TRUNOJOYO-KP-26038-190341100052-ALVIN AULAFI ANUGRAH#190341100052#ILMU KELAUTAN.pdf] PDF
TRUNOJOYO-KP-26038-190341100052-ALVIN AULAFI ANUGRAH#190341100052#ILMU KELAUTAN.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (9MB)

Abstract

Komoditas perikanan merupakan salah satu komoditas yang sangat diminati
pada berbagai sektor pergerakan ekonomi internasional. Berbagai macam negara
memanfaatkan komoditas hasil perikanan mereka untuk menjadi sektor terpenting
penggerak perekonomian dan penambah devisa negara. Komoditas perikanan setiap
negara tentunya berbeda-beda dipengaruhi oleh letak geografis serta kondisi
lingkungan pada setiap negara. Indonesia sebagai negara kepualauan memiliki
potensi yang besar dalam bidang perikanan dikarenakan indonesia memiliki 5,8 juta
km² atau sama dengan 2/3 wilayahnya merupakan lautan. Berdasarkan hal tersebut
negara Indonesia memiliki potensi untuk melakukan kegiatan ekspor komoditas hasil
perikanan negaranya, akan tetapi tidak menutup kemungkinan Negara Indonesia
melakukan kegiatan impor komoditas hasil perikanan untuk memenuhi kebutuhan
atau permintaan pasar dalam negeri. Kegiatan impor merupakan kegiatan pembelian
barang maupun jasa dari luar negeri. Pada umumnya komoditas hasil perikanan yang
diimpor dari luar negeri adalah komoditas yang tidak dimiliki atau dihasilkan oleh
negara pengimpor. Komoditas hasil perikanan yang diimpor dari luar negeri perlu
untuk diketahui kualitas dan mutunya dikarenakan komoditas yang berasal dari luar
negeri rawan terjadi kemunduran mutu, kerusakan, serta kontaminasi benda asing
pada komoditas tersebut (Rahardjo et al., 2019)
Komoditas hasil perikanan yang diimpor oleh Negara Indonesia salah satunya
ialah Kepiting Salju (Chinoecetes opilio). Komoditas hasil perikanan ini merupakan
komoditas yang berasal dari hasil tangkapan perikanan pada wilayah Pasifik Utara,
Antartika, dan Atlantik Barat Daya. Kepiting Salju (Chinoecetes opilio) merupakan
salah satu spesies Crustacea yang berhabitat asli di daerah bersuhu rendah atau
yang sering disebut dengan spesies subarctic dengan habitat tersebar di wilayah
Samudera Pasifik Utara. Komoditas Kepiting Salju diminati masyarakat Indonesia
karena dianggap sebagai makanan yang mewah dengan dibdanrol harga yang cukup
tinggi. Proses impor Kepiting Salju (Chinoecetes opilio) diwajibkan melalui beberapa
proses atau tahapan dengan tujuan kontrol kualitas serta untuk menghindari adanya
kontaminasi hama atau penyakit yang disebabkan oleh bakteri maupun virus. Kepiting Salju (Chinoecetes opilio) memiliki habitat serta siklus hidup yang sepenuhnya ada di
dalam lautan tentunya tidak mungkin terlepas dari pengaruh atau kontaminasi bakteri,
salah satunya ialah bakteri Vibrio parahaemolyticus (Agnalt dan Eva, 2011).
Bakteri Vibrio parahaemolyticus merupakan bakteri patogen yang sangat
penting diketahui dan dideteksi sedini mungkin keberadaannya dikarenakan bakteri
ini berasosiasi dengan gastroenteritis serta infeksi foodborne atau infeksi pencernaan
yang disebabkan oleh masuknya makanan yang terkontaminasi bakteri khususnya
dari produk-produk seafood. Bakteri Vibrio parahaemolyticus dapat menimbulkan
penyakit diare serupa kolera apabila terkonsu msi dalam jumlah yang tidak mampu
ditoleransi oleh tubuh manusia. Beberapa kasus keracunan pangan akibat
kontaminasi mikroba dapat menyebabkan kejadian luar biasa akan tetapi di Negara
Indonesia masih sangat sedikit informasi mengenai kasus-kasus tersebut yang
dibahas secara spesifik (Kusmarwati et al., 2016). Berdasarkan uraian tersebut maka
perlu dilakukan pengujian untuk mengetahui keberadaan bakteri Vibrio
parahaemolyticus pada produk hasil perikanan khususnya produk impor dari luar
negeri. Kegiatan analisis bakteri Vibrio parahaemolyticus dapat menjadi salah satu
rekomendasi kegiatan kontrol mutu produk impor Kepiting Salju dalam pemasaran
hingga pemanfaatannya untuk konsumsi sehari-hari. Pentingnya deteksi bakteri Vibrio
parahaemolyticus inilah yang melatarbelakangi dilaksanakannya kegiatan Praktik
Kerja Lapang ini.

Item Type Thesis (Skripsi)
Thesis Type S1
Creators
Creators
NIM
ALVIN AULAFI ANUGRAH
Department Kelautan
Uncontrolled Keywords BAKTERI Vibrio parahaemolyticus;KEPITING SALJU; BALAI KARANTINA IKAN PENGENDALIAN MUTU DAN KEAMANAN HASIL PERIKANAN SURABAYA II
Divisions Fakultas Ilmu Kelautan > S1 - Ilmu Kelautan
Additional Information elib mass import
Depositing User Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id
Date Deposited 15 Oct 2026 07:33
Last Modified 24 Oct 2026 16:58
URI https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/13031

Actions (login required)

View Item
View Item