TRUNOJOYO-Tugas Akhir-8494-120541100118_ABSTRACT.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (93kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-8494-120541100118_Cover dan Halaman Persembahan.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (889kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-8494-120541100118_Chapter 1.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (254kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-8494-120541100118_Chapter 2.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (296kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-8494-120541100118_Chapter 3.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (111kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-8494-120541100118_Chapter 4.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (613kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-8494-120541100118_Chapter 5.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (407kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-8494-120541100118_Chapter 6.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (243kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-8494-120541100118_Referensi.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (222kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-8494-120541100118_Lampiran-Lampiran.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (3MB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-8494-120541100118_Jurnal.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (296kB)
Abstract
Penelitian ini bertujuan mengetahui gambaran penyesuaian diri dwarfisme. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dalam bentuk fenomenologi. Pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Subjek penelitian berjumlah tiga orang yang berjenis kelamin laki-laki dan wanita usia dewasa awal baik dalam kategori dwarfisme tidak proporsional atau proporsional. Hasilnya Penyesuaian diri secara fisik (adaptation) yang dilakukan penyandang dwarfisme adalah mengerjakan tugas yang tidak menguras tenaga, mempercepat langkah kaki ketika berjalan bersama teman, dan menarik diri tidak terlibat dalam kegiatan teman yang menguras tenaga. Secara keseluruhan keterbatasan yang mereka miliki membuatnya susah untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan. Mastery adalah penyesuaian diri secara psikologis di mana penyandang dwarfisme secara umum berusaha untuk menyusun perencanaan untuk menyelesaikan permasalahan. Data menyebutkan bahwa cara yang dilakukan penyandang dwarfisme tidak proporsional kurang efektif karena kurang mampu untuk menguasai masalah secara baik bahkan cenderung merasa cemas, serta berprasangka dan mudah curiga dengan orang lain. Sedangkan penyandang dwarfisme proporsional cukup dapat menyelesaikan permasalahan karena ia lebih cekatan serta berusaha lebih baik dengan mengembangkan potensi dan mencari pengalaman. Conformity atau penyesuaian diri secara sosial, secara umum penyandang dwarfisme mengubah perilaku sesuai standar sosial yang ada di kampus walaupun bertentangan dengan hati nurani, sedangkan apabila berada di lingkungan rumah penyandang dwarfisme lebih leluasa untuk berperilaku karena sesuai hati nurani. Terkait individual variation penyandang dwarfisme lebih mampu menyesuaikan diri di lingkungan rumah dari pada di kampus. penyandang dwarfisme proporsional lebih cekatan dengan mengikuti banyak organisasi sedangkan penyandang dwarfisme tidak proporsional menghindari untuk terlibat dalam perkumpulan resmi.
Kata kunci : Penyesuaian Diri, Dwarfisme
Daftar Pustaka : 30 (1964-2015)
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM SUCI LESTARI |
| Department | Psikologi |
| Uncontrolled Keywords | Adjustment, Dwarfism |
| Divisions | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya > S1 - Psikologi |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 15 Oct 2026 07:11 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 16:58 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/12917 |
