TRUNOJOYO-KP-25991-190341100032-Laporan Akhir wahyu novita.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
Abstract
Potensi sumberdaya perairan terbagi menjadi sumberdaya perikanan
hayati atau sumberdaya non hayati. Sumberdaya perikanan hayati meliputi
hewan, biota dan tumbuhan yang hidup di perairan. Sumberdaya perikanan non
hayati meliputi air dan tanah di perairan tersebut. Air laut merupakan salah satu
sumberdaya perikanan non hayati yang memiliki nilai ekonomis jika dikelola
dengan baik. Air laut merupakan bahan dasar dari pembuatan garam. Air laut
yang tersedia di alam dengan jumlah tak terbatas dan termasuk sumberdaya
yang dapat diperbarui sangat berpotensi untuk dijadikan usaha garam yang
memiliki keuntungan besar (Trikobery et al, 2017).
Indonesia yang memiliki garis pantai terpanjang kedua di dunia
berpotensi untuk menjadi penghasil garam. Potensi kuantitas hasil garam di
Indonesia tidak diimbangi dengan kualitas mutu garam. Kualitas hasil panen
garam Indonesia yang dilakukan oleh masyarakat jauh dari standar SNI garam
nomor SNI 3556:2010. Kemurnian kristal garam di Indonesia hanya mencapai
94% sedangkan dalam penggunaan di industry non pangan kemurnian kristal
garam harus mencapai 98% ke atas. Garam yang dihasilkan oleh masyarakat
Indonesia memiliki kadar NaCl kurang dari 90% dan memiliki ciri fisik warna
yang kusam atau tidak putih, bentuk kristal yang kecil dan mudah rapuh, masih
terdapat banyak pengotor, dan kadar air masih tinggi. Kondisi hasil garam yang
jauh dari standar SNI garam menyebabkan harus dilakukan pengolahan
kembali untuk dapat dijadikan garam konsumsi atau garam industry (Mustakim
et al, 2019).
Penggunaan garam di masalalu hanya berfokus sebagai bahan
tambahan untuk memberikan rasa pada makanan. Banyak masyarakat yang
tidak mengetahui manfaat garam lebih dari sebagai penambah rasa pada
makanan. Banyak produk turunan dari garam yang kini dapat ditemukan di
pasar atau supermarket. Produk turunan dari garam ini berupa produk
kesehatan, produk makanan dan minuman, produk kecantikan, dan produk bahan rumah tangga seperti oralit, nasal spray, obat kumur. Garam spa,
handbody, bumbu instant, penyedap makanan, minuman isotonic dan pencuci
buah dan sayur. Produk turunan dari garam ini meruapakan salah satu strategi
yang dapat digunakan untuk meningkatkan harga jual garam yang kini masih
tergolong murah. Garam merupakan senyawa kimia dengan penyusun
terbesarnya adalah NaCl dan kaya akan mineral lainnya sangat berpotensi
untuk dikembangkan menjadi berbagai produk yang bermanfaat dalam
kehidupan sehari-hari (Arwiyah et al, 2015).
Pemanfaatan garam sebagai produk turunan yang bermanfaat di
masyarakat salah satuya yaitu saline nasal spray. Produk saline nasal spray
dapat digunakan sebagai pencegahan terhadap permasalahan hidung yang
ekonomis dan mudah dilakukan. Produk saline nasal spray dapat
meningkatkan pendapatan penjualan garam. Produk nasal spray sangat
dibutuhkan di masa pandemic seperti ini karena manfaatnya dalam pencegahan
penyakit hidung. Potensi produk nasal spray yang sangat bagus ini mendorong
PT Garam dilakukannya penelitian tentang produk ini untuk dikembangkannya
menjadi produk komersial PT Garam.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM Wahyu Novita Tiara Wati |
| Department | Kelautan |
| Uncontrolled Keywords | GARAM; PT GARAM SUMENEP |
| Divisions | Fakultas Ilmu Kelautan > S1 - Ilmu Kelautan |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 15 Oct 2026 06:57 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 16:58 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/12855 |
