TRUNOJOYO-Tugas Akhir-35428-Abstract.pdf
Download (53kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-35428-Cover.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (4MB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-35428-Chapter1.pdf
Download (355kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-35428-Chapter2.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (318kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-35428-Chapter3.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (344kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-35428-Conclusion.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (53kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-35428-References.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (197kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-35428-Appendices.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
Abstract
Pohon siwalan memiliki nilai kegunaan dan nilai ekonomis, biasanya pemilik pohon menandai pohonnya dengan diikatkan daunnya yang kering atau dicat sebagai penanda bahwa pohon tersebut tidak boleh dimanfaatkan tanpa izin pemilik pohon. Hal itu telah menimbulkan kerugian materiil dan Immateriil, karena seharusnya pemilik pohon dapat memanfaatkan sendiri pohonnya. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk menelaah perlindungan hukum bagi pemilik pohon siwalan yang dipanen orang lain tanpa izin pemiliknya dan menelaah akibat hukum bagi orang yang memanen buah siwalan tanpa izin kepada pemilik pohon.rnMetode penelitian hukum ini menggunakan penelitian hukum normatif. Menggunakan pendekatan perundang-undangan (statute approach) dan pendekatan studi kasus (case study). Penelitian ini menggunakan sifat analisis bahan hukum preskriptif.rnHasil penelitian ini menunjukkan, bahwa dalam bentuk perlindungan hukum bagi pemilik pohon siwalan yaitu terdapat perlindungan hukum preventif dan represif. Perlindungan preventif terdapat pada peraturan perundang-undangan. Sedangkan perlindungan represif bagi pemilik pohon siwalan dapat melalui penyelesaian sengketa non-litigasi ataupun litigasi. Apabila melalui penyelesaian sengketa non-litigasi tidak menemukan solusi atau kesepakatan, maka dapat mengajukan gugatan perdata atas dasar perbuatan melawan hukum Pasal 1365 KUHPer ke Pengadilan Negeri setempat. Kemudian, dari akibat hukum bagi orang yang memanen buah siwalan yaitu dalam bentuk pertanggung jawaban hukum berupa kewajiban memberikan ganti rugi yang telah ditimbulkan ke pemilik pohon siwalan berdasarkan Pasal 1365 KUHPer. Dalam pemenuhan pemberian ganti rugi dari orang yang memanen buah siwalan tanpa izin kepada pemilik pohon, telah diterapkan tetapi belum sepenuhnya maksimal sebagai bagian dari perlindungan di masyarakat, karena masih ada orang yang memanen tersebut tidak mau memberikan ganti rugi karena tidak merasa bersalah atas perbuatannya.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM ANA AMALIYAH PUTRI |
| Department | Ilmu Hukum |
| Uncontrolled Keywords | Perbuatan Melawan Hukum, Perlindungan Hukum, dan Akibat Hukum. |
| Divisions | Fakultas Hukum > S1 - Ilmu Hukum |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 15 Oct 2026 06:49 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 16:58 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/12819 |
