TRUNOJOYO-Tugas Akhir-8457-120541100114-120541100114_Appendices.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (791kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-8457-120541100114-120541100114_References.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (194kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-8457-120541100114-120541100114_Chapter III.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (133kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-8457-120541100114-120541100114_Chapter IV.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (430kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-8457-120541100114-120541100114_Chapter V.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (111kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-8457-120541100114-120541100114_Conclusion.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (90kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-8457-120541100114-120541100114_Chapter II.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (384kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-8457-120541100114-120541100114_Chapter I.pdf
Download (314kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-8457-120541100114-120541100114_Cover.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (533kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-8457-120541100114-120541100114_Abstract.pdf
Download (90kB)
Abstract
Masyarakat Kecamatan Ngluyu Kabupaten Nganjuk memiliki beberapa tradisi
atau kearifan lokal, salah satunya adalah pantangan tidak boleh memakai atau membawa
kain batik dengan motif parang rusak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran
kepatuhan (obedience) terhadap pantangan tidak boleh memakai atau membawa kain batik
dengan motif parang rusak pada masyarakat Kecamatan Ngluyu Kabupaten Nganjuk.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif fenomenologis. Pengambilan sampel
dilakukan dengan cara purposive sampling berjumlah 3 orang. Pengambilan data dilakukan
dengan menggunakan metode wawancara semiterstruktur. Analisis data dalam penelitian
ini dengan menggunakan tehnik Miles and Huberman. Hasil yang diperoleh dalam
penelitian ini yaitu gambaran perilaku kepatuhan (obedience) terhadap pantangan tidak
boleh memakai atau membawa kain batik dengan motif parang rusak pada tiga aspek
kepatuhan (obedience) yaitu kekuatan otoritas, konsistensi, dan budaya. Pada aspek
kekuatan otoritas tokoh yang memiliki otoritas untuk memerintahkan adanya pantangan
tidak boleh memakai atau membawa kain batik motif parang rusak adalah Mbah
Suromangunjoyo yang merupakan leluhur pendiri Kecamatan Ngluyu. Pada aspek
konsistensi, subjek tidak pernah sama sekali melanggar adanya pantangan, apabila ada
yang melanggar maka masyarakat akan mencari lalu segera membuang kain parang rusak
keluar wilayah Ngluyu, serta subjek memberikan sosialisasi kepada warga pendatang untuk
mematuhi adanya pantangan di wilayah Ngluyu tersebut. Pada aspek budaya, seluruh
subjek tanpa terkecuali mendukung adanya pantangan tidak boleh memakai atau membawa
kain batik motif parang rusak.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM HENDRO SEPTIYONO |
| Department | Psikologi |
| Uncontrolled Keywords | Kepatuhan, Obedience, Kain batik, Motif parang rusak, Ngluyu |
| Divisions | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya > S1 - Psikologi |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 15 Oct 2026 06:36 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 16:58 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/12754 |
