TRUNOJOYO-Tugas Akhir-35169-Abstract.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (52kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-35169-Cover.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (946kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-35169-Chapter1.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (195kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-35169-Chapter2.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (264kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-35169-Chapter3.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (77kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-35169-Chapter4.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-35169-Conclusion.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (52kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-35169-References.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (173kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-35169-Appendices.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (486kB)
Abstract
ABSTRAKrnTradisi toron tana merupakan tradisi slametan yang dilaksanakan oleh keluarga di Madura, khususnya di Desa Kombangan, untuk merayakan usia tujuh bulan kelahiran anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap jenis piranti pon rempon dan menjelaskan makna apa saja yang ada pada tradisi toron tana dengan menggunakan kajian semiotika oleh Charles Sanders Peirce. Penelitian ini berfokus pada analisis semiotika dalam sastra lisan sebagai objek penelitian. Teori semiotika digunakan untuk menggali dan memahami makna dari simbol-simbol yang terdapat dalam tradisi toron tana, serta untuk menghubungkannya dengan konteks sosial dan budaya masyarakat Desa Kombangan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu metode kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan, yaitu teknik observasi, teknik wawancara, dan teknik dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi toron tana di Desa Kombangan merupakan sebuah tradisi lisan yang masih dijaga kelestariannya. Adapun hal-hal yang harus diperhatikan dalam prosesi slametan ini memiliki beberapa tahapan penting, yaitu tahap persiapan seperti menentukan waktu dan persiapan pon-rempon yang digunakan, tahap inti yang berupa pelaksanaan tradisi toron tana, dan penutup berupa anak yang dibiarkan bermain-main di tanah. Berdasarkan pada analisis semiotik diketahui bahwa tradisi ini terdapat tiga pemaknaan yaitu, representamen, object, dan interpretant yang ada pada pon-rempon yang digunakan dalam slametan tersebut. Berdasarkan proses pemaknaan ini diperoleh hasil berbagai jenis piranti dan makna yang mendalam terkait piranti yang digunakan serta berdasar pada hasil wawancara dari narasumber. Pemaknaan tersebut dipercaya masyarakat sebagai bentuk harapan baik orang tua terhadap kehidupan anaknya kelak yang dilakukan melalui tradisi slametan toron tana.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM IKA RAHMAWATI |
| Department | Pendidikan BHS dan Sastra IND. |
| Uncontrolled Keywords | Tradisi slametan, toron tana, piranti pon-rempon, semiotika Charles Sanders Peirce, kearifan lokal Madura |
| Divisions | Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan > S1 - Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 15 Oct 2026 03:33 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 16:57 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/11910 |
