TRUNOJOYO-Tugas Akhir-25710-abstrak.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (68kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-25710-cover.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (456kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-25710-bab 1.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (290kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-25710-ba 2.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (185kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-25710-bab 3.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (324kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-25710-bab 4.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-25710-bab 5.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (3MB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-25710-bab 6.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (12kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-25710-daftar pustaka.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (151kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-25710-lampiran.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (828kB)
Abstract
Nyadar meruPakan ritual adat yang dimiliki oleh petani Garam di Kabupaten Sumenep. Nyadar adalah ungkapan rasa syukur kepada leluhur Syech Anggasuto yang sudah memberikan kesejahteraan secara lahiryah dan juga secara batiniyah tradisi turun temurun yang ada di Kabupaten Sumenep tepatnya di desa Piniggir Papas Kecamatan Kalianget. Sebuah tradisi yang sangat melekat dalam diri masyarakat Piniggir Papas sebab ada bagian pentinig dalam ritual adat Nyadar yang mereka miliki yakni sebuah makna dan nilai dari kesakralan dari Nyadar, bahkan ritual adat nyadar terus terlaksana dari dulu hinigga sekarang karena nilai dari kesakralannya tidak pernah luntur di hati masyarakat Piniggir Papas. Ritual adat Nyadar ini bersifat wajib dilaksanakan setiap tahun, sebab jika tidak dilakukan setiap tahun, mereka mempercayaian aka nada sesuatu hal yang musibah yang akan menimpa mereka sepanjang tahun sampaimereka berjumpa lagi pada pelaksanaan Nyadar di tahun berikutnya. Ritual adat Nyadar dilaksanakan satu tahun tiga kali, yakni di mulai pada Bulan Agustus, September dan juga Oktober ritual adat Nyadar dilakukan di desa Kebundadap Barat Kecamatan Saronggi, tepatnya di makam Syech Anggasuto (bhuju` Ghubeng). Tidak hanya masayarak Piniggir Papas saja yang hadir melainikan masyarakat Kebundadap Barat juga mendatangi tempat itu dan juga ada banyak yang datang dengan menonton ritual Nyadar berlangsung dengan tujuan mereka masinig-masinig. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi masyarakat Piniggir Papas dan juga masyarakat Kebundadap Barat terhadap ritual adat Nyadar petani garam di Sumenep.dari hasil penelitian ini terdapat bahwa persepsi masyarakat Piniggir Papas dan masyarakat Kebundadap Barat berbeda.karena bagi masyarakat Piniggir Papas mereka mengikuti ritual adat Nyadar karena murni sebagai bentuk terimakasih kepada leluhur dan juga mengimani nilai kesakralan dari Nyadar, dan bagi masyarakat Kebundadap Barat ritual adat Nyadar hanya sebagi tontonan dan juga sebagai kesempatan untuk meraup keuntungan dengan menyediakan berbagai akomodasi, seperti miniuman, makanan, mainian dan laini-laini. Karena keuntungan yang akan mereka peroleh berlipat ganda dari hari-hari biasa, dengan adanya ritual adat Nyadar masyarakat Kebundadap Barat sangat antusias untuk datang dan berjualan di sekitar makam atau lokasi pelaksanaan ritual adat Nyadar.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM MULYADI BAITURRAHMAN |
| Department | Sosiologi |
| Uncontrolled Keywords | nyadar, sakralitas, motif ekonomi |
| Divisions | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya > S1 - Sosiologi |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 20 Oct 2026 00:44 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 16:56 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/11751 |
