TRUNOJOYO-Tugas Akhir-25620-180111100181_Abstract_TOC.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (110kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-25620-180111100181_Cover.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (5MB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-25620-180111100181_Chapter 1.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (166kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-25620-180111100181_Chapter 2.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (210kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-25620-180111100181_Chapter 3.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (275kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-25620-180111100181_Conclusion.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (118kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-25620-180111100181_References.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (116kB)
Abstract
ABSTRAKrnPetani merupakan penghasil varietas tanaman terbanyak dalam pertanian di Indonesia dan petani lebih banyak menghasilkan varietas tanaman daripada varietas yang telah dimuliakan oleh perusahaan besar. Namun, hingga kini benih yang awalnya milik petani sering diakui milik perusahaan besar. Petani mengalami kesulitan dalam hal pengembangan benih sedangkan petani mempunyai peran yang begitu besar dalam hal mengatasi kelaparan dan ketahanan pangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kepastian hukum terkait perlindungan hukum terhadap hak petani dalam pemuliaan tanaman.rnMetode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah normatif. Hasil dari penelitian ini yakni isi dari memorandum hukum adalah Pertimbangan Majelis Hakim di dalam Putusan Nomor 447/Pid.Sus/2019/PN Gpr tidak tepat karena dalam unsur ‘’menjual’’ bertentangan dengan hak petani yang tertuang dalam konferensi regional La Via Campesina yaitu hak atas kebebasan budidaya tanaman lalu dalam unsur ‘’tanpa persetujuan pemegang hak Perlindungan Varietas Tanaman’’ tidak tepat karena bertentangan dengan Pasal 10 ayat (1) butir a Undang-Undang Perlindungan Varietas Tanaman yaitu tentang terkait ‘’pengecualian pelanggaran’’. Undang-Undang yang seharusnya melindungi petani yaitu UU No. 22 Tahun 2019 Jo UU No. 12 Tahun 1992 tentang Sistem Budidaya Pertanian Berkelanjutan dan UU No. 29 Tahun 2000 tentang Perlindungan Varietas Tanaman dalam penerapannya masih belum bisa melindungi petani dalam memberikan kebebasan petani untuk membuat dan mengelola benih. Kata Kunci: Petani, Jagung, Varietas Tanaman
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM LURIN NOVITA SARI |
| Department | Ilmu Hukum |
| Uncontrolled Keywords | Petani, Jagung, Varietas Tanaman |
| Divisions | Fakultas Hukum > S1 - Ilmu Hukum |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 20 Oct 2026 00:04 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 16:56 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/11397 |
