TRUNOJOYO-Tugas Akhir-34867-Abstract.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (14kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-34867-Cover.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-34867-Chapter1.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (147kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-34867-Chapter2.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (689kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-34867-Chapter3.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (645kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-34867-Chapter4.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-34867-Conclusion.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (11kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-34867-References.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (134kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-34867-Appendices.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
Abstract
ABSTRAKrnJamur tiram (Pleurotus ostreatus) adalah jamur pangan dari kelompok Basidiomycota dan termasuk kelas Homobasidiomycetes dengan ciri-ciri umum tubuh buah berwarna putih hingga krem dan tudungnya berbentuk setengah lingkaran mirip cangkang tiram dengan bagian tengah agak cekung. Perawatan jamur tiram tergolong rumit karena kumbung jamur tiram memerlukan suhu 22°C 28°C sedangkan daerah dataran rendah memerlukan suhu ±30°C dengan kelembapan 80 90% untuk jamur bisa tumbuh secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengontrol suhu dan kelembapan pada kumbung jamur tiram berbasis Internet of Things. Internet of Things adalah sebuah konsep yang terhubung dengan perangkat sebagai media komunikasi berbasis internet. Internet of Things memudahkan petani jamur tiram mengetahui informasi nilai suhu dan kelembapan pada kumbung jamur secara real time sehingga petani jamur dapat melakukan tindakan yang cepat untuk menstabilkannya. Inputan dari nilai suhu dan kelembapan kumbung jamur akan menentukan status akuator yang digunakan. Metode fuzzy digunakan untuk menghitung nilai suhu dan kelembapan yang kabur, sehingga hasil perhitungannya digunakan untuk menentukan kondisi pompa dan kipas. Hasil pengujian suhu dari sensor DHT22 adalah 28.70°C hingga 29.00°C, sementara pembacaan suhu dari Hygrometer lebih tinggi yaitu antara 30.30°C hingga 31.40°C dengan rata rata nilai eror adalah 1.84. Hasil pembacaan kelembapan dari DHT22 adalah 89.80% hingga 90.50%, sementara pembacaan kelembapan dari Hygrometer lebih tinggi, antara 87.00% hingga 92.00% dengan rata rata nilai eror adalah 0.02. Penerapan Internet of Things (IoT) dalam perawatan jamur tiram memberikan hasil jamur yang lebih optimal, dengan pertumbuhan yang seragam, ukuran yang ideal, dan berat panen yang maksimal karena kontrol ideal terhadap suhu dan kelembapan.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM ILHAM FAWAS ANNAUFAL |
| Department | Teknik Elektro |
| Uncontrolled Keywords | Jamur Tiram, Metode Fuzzy, Internet of Things. |
| Divisions | Fakultas Teknik > S1 - Teknik Elektro |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 19 Oct 2026 23:11 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 16:55 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/11043 |
