TRUNOJOYO-Tugas Akhir-34832-Chapter4.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (460kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-34832-Chapter3.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (484kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-34832-Conclusion.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (186kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-34832-References.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (243kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-34832-Chapter2.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (379kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-34832-Chapter1.pdf
Download (210kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-34832-Abstract.pdf
Download (223kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-34832-Cover.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (683kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-34832-Appendices.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
Abstract
Teknologi bioflok merupakan teknologi yang memanfaatkan bakteri heterotrof untuk membentuk suatu mikrohabitat yang disebut flok dimana bakteri tersebut mampu memanfaatkan N- Anorganik (NH3 NO2) yang akan mengurangi beban amonia di perairan. Mekanisme pembentukan flok melibatkan rasio C/N dengan mekanisme kerja bakteri yaitu bakteri memperoleh nutrisi melalui karbon dan nitrogen. Rasio nitrogen berasal dari protein dalam pakan yang diberikan pada kegiatan budidaya bioflok. Kadar protein yang berbeda dalam pakan dapat memengaruhi C/N rasio yang membentuk kepekatan bioflok. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh perbedaan jenis kadar protein yang berbeda terhadap kepekatan bioflok pada pertumbuhan ikan lele Sangkuriang dalam sistem budidaya bioflok. Metode yang digunakan dalam penelitian ini berupa pengukuran kualitas air antara lain kepekatan bioflok, pH, suhu, Dissolved Oxygen (DO), amonia, TOM, dan TSS. Analisis data dilakukan secara deskriptif, uji anova, dan duncan untuk melihat perbedaan dari perlakuan yang diberikan. Probiotik yang digunakan untuk pembuatan biang bioflok dan fermentasi pakan meliputi Booster Sel Multi yang mengandung Bacillus sp, Nitrosomonas sp, dan Nitrobacter sp, serta probiotik Fiysh Pro yang berasal dari isolat bakteri bittern dari air limbah cucian garam. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa kepekatan bioflok pada kadar protein tinggi (32%) sebesar 23,2 ml/L pada akhir pemeliharaan menghasilkan pertumbuhan ikan yang jauh lebih besar dengan bobot rata-rata mencapai 60,84 gram, sedangkan pada kadar protein sedang (20%) memperoleh kepekatan bioflok paling rendah yaitu 5,5 ml/L dengan bobot yang dihasilkan 11,06 gram. Hasil kepekatan bioflok pada perlakuan protein rendah, yaitu 9,8 ml/L dengan rata-rata bobot ikan sebesar 13,81 gram. Hal ini memberikan gambaran bahwa kepekatan bioflok masih terbentuk dengan baik pada setiap perlakuan, sedangkan kadar protein pada pakan yang tinggi membantu ikan lele Sangkuriang (Clarias gariepinus) tumbuh lebih cepat dan maksimal.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM SALSABILA DWI RAMADHANI |
| Department | Manajemen Sumberdaya Perairan |
| Uncontrolled Keywords | Kepekatan bioflok; protein pakan; ikan lele Sangkuriang |
| Divisions | Fakultas Ilmu Kelautan > S1 - Manajemen Sumberdaya Perairan |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 19 Oct 2026 22:58 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 16:55 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/10959 |
