TRUNOJOYO-Tugas Akhir-7973-110111100079-BAB IV.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (87kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-7973-110111100079-ABSTRAK.pdf
Download (150kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-7973-110111100079-COVER.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (279kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-7973-110111100079-BAB I.pdf
Download (252kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-7973-110111100079-BAB III.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (373kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-7973-110111100079-BAB II.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (297kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-7973-110111100079-References.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (146kB)
Abstract
Perdukunan tidak dapat terlepas dari dunia klenik sepertinya di Indonesia kini menjadi semacam gaya hidup. Baik dalam lingkup pedesaan sampai merabah kedunia kalangan atas seperti pejabat – pejabat tinggi dan aparat penegak hukum seperti polisi. Klenik tidak akan terlepas dengan hal perdukunan, paranormal dan peramal yang berbau tahayul, mistik, makhluk gaib, mitos dan sebagainya. Seringkali peramal atau paranormal membuka praktek-praktek dan menjual barang-barang yang dilarang oleh hukum, bahkan akibat dari praktek dukun atau peramal tersebut mengakibatkan tindak pidana seperti pencemaram nama baikyang ditimbulkan dari perbuatan ramal meramal. Oleh karena itu penelitian dilakukan untuk memaparkan hal-hal yang dilakukan oleh paranormal dalam hal ramal meramal dan dihubungkan atau dikatkan dengan tindak pidana pencemaran nama baik.
Metode penelitian yang digunakan adalah normatif. Adapun pendekatan yang dilakukan adalah pendekatan perundang-undangan dan pendekatan kasus.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dengan menggunakan jasa dukun atau peramal dan yang saat ini dikenal sebagai paranormal,maka pihak disangka atau dituduh merasa dicemarkan nama baiknya, namun jika dukun tidak membuka praktek perdukunan tidak akan terjadi hal-hal mengenai pencemaran nama baik. Tindak pidana pencemaran nama baik ini berawal dari orang yang menggunakan jasa peramal timbul rasa menuduh orang lain sebagi pelaku tindak pidana, dari situlah orang yang merasa tertuduh merasa dirinya tercemar karena tidak ada bukti-bukti dab fakta-fakta secara empiris tuduhan itu terlontar kepda orang lain. Jadi praktek perdukuna tersebut adalah pemicu utama dalam tindak pidana pencemaran nama baik.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM EKA PUJI LESTARI |
| Department | Ilmu Hukum |
| Uncontrolled Keywords | perdukunan-klenik-pencemaran nama baik/quackery - occult - defamation |
| Divisions | Fakultas Hukum > S1 - Ilmu Hukum |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 19 Oct 2026 22:53 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 16:55 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/10923 |
