TRUNOJOYO-Tugas Akhir-16267-150621100059_Abstract.pdf
Download (145kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-16267-150621100059_Cover.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-16267-150621100059_Chapter 1.pdf
Download (133kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-16267-150621100059_Chapter 2.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (212kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-16267-150621100059_Chapter 3.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (131kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-16267-150621100059_Chapter 4.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (767kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-16267-150621100059_Conclusion.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (94kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-16267-150621100059_References.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (100kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-16267-150621100059_Appendices.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
Abstract
Upacara Adat Satu Suro yang diselenggarakan di Pamuksan Sri Aji Jayabaya Desa Menang Kecamatan Pagu Kabupaten Kediri merupakan upacara yang dilaksanakan satu tahun sekali. Upacara tersebut dilaksanakan untuk mengenang Sri Aji Jayabaya dan para leluhur. Hal yang menarik dalam penelitian ini yakni adanya mitos yang melingkupi pelaksanaan upacara.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan mitos apa saja yang terdapat dalam Upacara Adat Satu Suro di Pamuksan Sri Aji Jayabaya. Pendeskripsian yang dilakukan menggunakan teori Semiotik Roland Barthes yang membahas kemunculan mitos melalui penanda dan petanda. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Objek yang digunakan yakni Upacara Adat Satu Suro di Pamuksan Sri Aji Jayabaya. Teknik analisis data menggunakan teknik model Miles dan Hiberman. Sedangkan pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara serta dokumentasi. Keabsahan data menggunakan triangulasi metode dan teori. Hasil penelitian menunjukkan adanya empat mitos yang terdapat dalam lokasi upacara yakni mitos bangunan Pamuksan Sri Aji Jayabaya, Loka Moksa, Loka Busana, Loka Mahkota, serta Sendang Tirto Kamandanu. Mitos yang terdapat dalam perangkat upacara ada enam yakni, mitos 16 remaja putri, kemenyan, bunga-bunga, payung susun satu, payung susun tiga, serta pusaka Bima. Mitos dalam rangkian pra upacara yakni mitos selametan. Mitos yang terdapat dalam prosesi upacara yakni mitos tanggal satu Suro, berjalan jongkok, serta berjalan tanpa alas kaki. Selain itu, penanda yang ditemukan dalam mitos berupa representasi mental dari sebuah bangunan, benda, tanggal, orang, dan tingkah laku. Keseluruhan penanda dalam mitos yang dimunculkan berkaitan dengan petanda berupa konsep kepercayaan dari individu ataupun masyarakatnya.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM ZAINATUS SHOLIKHAH |
| Department | Pendidikan BHS dan Sastra IND. |
| Uncontrolled Keywords | Myth, Traditional Ceremony of 1st Suro at the Pamuksan Sri AjiJayabaya, Roland Barthes’s Semiotics |
| Divisions | Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan > S1 - Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 19 Oct 2026 22:52 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 16:55 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/10919 |
