TRUNOJOYO-Tugas Akhir-4701-070311100006_Cover.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (121kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-4701-070311100006_Abstrac_TOC.pdf
Download (73kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-4701-070311100006_Chapter1.pdf
Download (37kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-4701-070311100006_chapter 2.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (83kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-4701-070311100006_chapter 3.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (72kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-4701-070311100006_chapter 4.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (71kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-4701-070311100006_chapter 5 cloncusion.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (7kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-4701-070311100006_reference.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (49kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-4701-070311100006_Apendiches.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
Abstract
Tembakau (Nicotiana tabacum L.) termasuk salah satu komoditi perdagangan dengan nilai ekonomi tinggi di Indonesia. Keberhasilan peningkatan produktivitas tembakau tergantung pada banyak faktor antara lain kualitas benih, teknologi budidaya, iklim, tanah dan kemampuan petani dalam mengelolanya. Pulau Madura merupakan salah satu sentra penanaman tembakau di Indonesia. Secara administratife daerah penanaman tembakau di Madura berada di Kabupaten Sampang, Pamekasan dan Sumenep. Kondisi lingkungan juga mempunyai peran terhadap kemampuan ekpresi genetik. Kondisi lingkungan dapat diperbaiki dengan pemberian pupuk organik, kibatnya maka mutu dan produktivitas akan dicapai. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui pertumbuhan dan hasil dua varietas tembakau Prancak dan Cangkring akibat pemberian kotoran ternak sapi. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Talang Kecamatan Saronggi Kabupaten Sumenep. Pada bulan Mei 2011 dan berakhir bulan Juli 2011. Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok (RAK )Faktorial. Faktor pertama yaitu Varietas Prancak 95(V1),cangkring (V2), sedangkan faktor yag kedua yaitu Pupuk Organik 2000 kg/Ha (O1), 4000 kg/Ha (O2), 6000 kg/Ha (O3). Pemberian kotoran ternak sapi dengan takaran 2000 kg/ha hingga 6000 kg/ha pada dua varietas tembakau menunjukkan tidak berbeda nyata terhadap tinggi tanaman, luas daun, bobot basah dan kadar air tanah namun berbeda nyata pada jumlah daun dan bobot kering daun di akhir umur pengamatan 56 HST. Pemberian kotoran ternak sapi hingga 6000 kg/ha dicapai jumlah daun dan bobot kering yang paling tinggi untuk varietas Prancak namun hanya 2000 kg/ha untuk varietas Cangkring. Pemberian kotoran ternak sapi dari 2000 kg/ha hingga 6000 kg/ha meningkatkan tinggi tanaman, luas daun namun menurunkan bobot basah biomas serta tidak menunjukkan pengaruh pada kadar air tanah pada umur pengamatan 14 HST.
Kata kunci : Tembakau, pupuk kotoran ternak sapi, pertumbuhan dan hasil.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM DIAN ANGGRAINI |
| Department | Agroekoteknologi |
| Uncontrolled Keywords | tembakau; pupuk kotoran ternak sapi; pertumbuhan dan hasil |
| Divisions | Fakultas Pertanian > S1 - Agroekoteknologi |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 13 Oct 2026 23:17 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 16:43 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/1079 |
